Bincang Gadget: Welcome Huawei, Goodbye Xiaomi

Sebuah pencarian

Welcome and Goodbye. Credit: Google.

Tentang gadget, jujur aku sudah lama sekali tidak update perkembangan. Bisa dibilang setelah memakai Mi 4i mulai Juli 2015, maka sejak itulah bisa dibilang aku berhenti sementara untuk mengikuti teknologi-teknologi terbaru yang ada di gadget, khususnya smartphone (HP). Namun, saat aku memutuskan niat untuk mengganti HP mulai awal September 2017, maka sejak itulah aku surfing ke sana ke mari untuk mencari update-an seputar smartphone.

Aku melakukan diskusi intens dengan beberapa teman yang sangat mengikuti perkembangan, menanyakan jika aku punya budget sebesar X, dengan kebutuhan Y, maka alternatif smartphone apa aja yang cocok buat aku. Kemudian hampir setiap hari aku buka situs gsmarena.com untuk compare semua detil untuk tipe-tipe smartphone yang aku lirik. Tidak cukup dengan itu, aku juga browsing di YouTube tentang review dan unboxing dari tipe-tipe smartphone yang aku ingin. Saking seringnya, aku pun memilih untuk subscribe channel gontaGantiHape, yang mana aku paling suka cara dia menjelaskan di video review-nya. Tak lupa, aku juga buka beberapa situs jual beli online dalam negeri yang terpercaya untuk mengetahui apakah ada yang menjual tipe tersebut, dijual resmi atau tidak di di Indonesia, review dari pembeli-pembeli sebelumnya, serta membandingkan harganya. Situs yang aku sempat buka antara lain Tokopedia, JD.ID, jakartanotebook, bhinneka, dan blibli.com. Aku melakukan ini semua karena aku sadar, HP yang akan aku pilih nantinya adalah HP yang akan aku pakai insyaa Allah 2-3 tahun bahkan lebih, sehingga aku harus memilih dengan mempertimbangkan kira-kira apa saja kebutuhanku minimal 2-3 tahun mendatang.

Kriteriaku HP yang aku cari sebenarnya hanya dua: baterai awet dan kamera bagus. Just it. Yaaa meskipun ada persyaratan-persyaratan kecil lainnya, tapi dua hal itu yang utama. Alasanku pertama butuh baterai awet dengan kapasitas yang cukup besar, karena aku ingin HP itu bertahan dari pagi sampai malam dalam 1 hari, nge-charge pagi dan cukup sampai balik dari kantor. Aku pribadi tidak suka pakai power bank (tapi aku punya merek Xiaomi hanya untuk keadaan darurat). Aku perhatikan, “diam-diam” power bank seperti merusak kapasitas baterai HP. Tiba-tiba panas dengan derajat yang tidak normal, dan pada akhirnya mengurangi sedikit demi sedikit lifetime HP seiring dengan seringnya memakai power bank tersebut. Alasanku kedua butuh kamera bagus, karena tingkat mobile-ku yang cukup tinggi dalam pekerjaan. Membuatku harus mengabadikan beberapa gambar, momen, pemandangan untuk koleksi pribadi, juga memotret dokumen penting dalam pekerjaan. Dengan begitu, dalam pencarianku kali ini, aku menetapkan kebutuhan standar dual kamera. Tentunya, hal ini juga karena aku tertarik dengan fotografi, namun belum siap belajar menggunakan kamera non-HP, seperti DSLR.

Kenangan bersama “si Mimi”

Xiaomi menempati ruang khusus di hati aku. Hehehe, sedikit lebay memang, tetapi 2,5 tahun lebih bersamanya, membuatku kagum dengan kemampuan Mi 4i yang aku punya. Dulu keputusan untuk membelinya hanya butuh 1 hari. Atas saran dari teman kantor, langusng merasa cocok (mungkin karena aku belum banyak tahu yang lain) dan bismillah besoknya langsung beli via online-nya Kaskus. Aku ingat betul waktu itu sudah H-1 menjelang cuti Lebaran karena besoknya aku pulkam, wkwkwk. Dia menggantikan posisi Samsung Galaxy Infinite SCH-I759 yang kupakai sebelumnya. Saat itu Mi 4i juga baru launching 3 bulan yang lalu. Kehadirannya sempet bikin heboh karena antara harga dan kemampuan, lebih besar kemampuan, ciri khas Xiaomi sih. Tak heran, aku menemui beberapa teman kantor yang juga membeli hape ini.

Alhamdulillah HP-nya jarang banget rewel yang aneh-aneh. Rewelnya yang paling merepotkan hanya saat aku ke daerah yang susah sinyal dengan kartuku yang menggunakan Indosat. Perawatannya yang paling aku jaga adalah di bagian baterainya. Hampir setiap kali di-charge, dia ku posisikan dalam keadaan mati, agar pengisiannya maksimal, biasanya hanya dalam keadaan kepepet saja aku charge sambil aktif. Alasan menggantinya pun sebenarnya simpel. Aku merasa kemampuannya dengan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB tanpa slot memori eksternal sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhanku yang lebih dari itu. Hampir sering mendapat warning full memory serta kelemotan di beberapa aplikasi favorit.

Si Mimi, begitu aku memanggilnya, sudah menemaniku berjalan hampir 20 kota di Indonesia dan pergi ke empat negara. Yang paling aku ingat, saat di Cappadocia, Turki, dimana suhu saat itu 7 derajat Celcius, performance Mimi tetap oke, meskipun aku baru tahu bahwa suhu dingin yang tak normal juga menyerap energi baterai yang banyak. Untuk kameranya, menurutku dengan kamera belakang 13 MP, Mimi juara untuk memotret hal-hal yang detail dari jarak yang dekat.

Bunga di Museum Topkapi, Istanbul. Juara kan detail objek dekatnya? Fotografer: Me

 

Masjid biru, Istanbul. Pemandangan ter-oke. Fotografer: Me

Jatuh hati pada pandangan pertama

Setelah sebulan lebih mencari dan keputusan hampir tak kunjung datang, munculah “si Honorer” yang entah kenapa bisa, tiba-tiba masuk dalam wishlist-ku dalam seminggu terakhir pencarianku. HP ini bertipe Huawei Honor 9. Dia mengiyakan hampir semua kriteria yang aku inginkan. Kamera belakang sudah dual, baterai 3200 mAh lebih dari cukup, punya slot memori eksternal, layar masih nyaman untuk digenggam di tanganku (5.15 inchi), dan masih ada port audio jack 3.5 mm di saat banyak HP flagship yang baru rilis menghilangkan port tersebut. Honor 9 ini sendiri baru launching Juli 2017, sehingga masih terbilang fresh dan belum banyak yang punya. Pilihan cashing dengan adanya warna biru koral yang sangat cantik, membuat aku yang blue holic ini makin menginginkan si Honorer.

Sejujurnya, aku nyaris membeli Samsung J7+ yang juga baru rilis. Saat pesan online, sudah masuk tahap pembayaran, entah kenapa masih sedikit ada keraguan. Selidik demi selidik kembali, ternyata aku baru tahu kalau J7+ ini belum fast charging. Seketika kubatalkanlan pembelian itu. Hahaha, hari gini belum fast charging rasanya sudah sangat jauh dari kebutuhanku dengan tipe aku yang suka lupa nge-charge, hehe.

Sama halnya dengan si Mimi, si Honorer ini juga sebenarnya tidak resmi di jual di Indonesia. Otomatis harus mengimpor langsung dari negerinya sono, mana lagi kalau bukan negeri tirai bambu. Haha, aku masih doyan produk Cina (lol). Bersyukurnya, aku nemu toko online yang cukup terpercaya, review-nya bagus, juga sangat komunikatif membantu menuntaskan kegalauanku, wkwkwk. Terbelilah ia di hari terakhir pencarianku, budget yang terpakai melebihi sedikit batas yang aku tentukan, tapi tak apalah, semoga pilihanku tepat.

Oh ya, kekurangan si Honorer yang kubeli sejauh ini adalah ROM-nya versi asli, belum keluar versi globalnya untuk penjualan HP ini di pasaran Asia. Untungnya tidak banyak kendala, hanya beberapa aplikasi bawaan HP (yang jarang kita gunakan) yang masih full menggunakan huruf Cina. Selain itu, di awal pembelian, aku perlu dibantu oleh sang penjual untuk menginstal Google Play Store, mengingat di Cina, penggunaan Google dibatasi, sehingga di HP ini tidak ada Play Store-nya.

Untuk kameranya, karena memang ini incaranku pertama. Tentunya sejauh ini aku cukup puas dengan hasil-hasilnya. Kemampuannya untuk membuat gambar bokeh juga membuatku makin jatuh hati. Setting manual di kameranya juga cukup komplit untuk level kamera HP. Semoga bisa banyak belajar fotografi dari HP kecil ini, yesss.

Lokasi: Puncak Becici Yogyakarta, 2017; Fotografer: @krisnandana_d

Akhirnya ia seperti jodoh

Dengan pencarian yang telah kulewati, akhirnya aku sadar bahwa pembelian HP kali ini membutuhkan proses panjang namun dengan hasil yang Alhamdulillah memuaskan. Terima kasih banyak buat teman-teman yang sudah membantu info, masukan dsb. Semoga HP ini bermanfaat dan banyak menghasilkan kebaikan, aamiin ya Allah…

By the way, tahu nggak, nyari HP kali ini seperti nyari jodoh, yang diinginkan apa, yang dikepoin apa, yang didapat apa. Yang diinginkan iPhone 7 Plus, yang dikepoin Mi 6, yang di dapat Huawei Honor 9. Wkwkwkwk.

Sekian 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s