Ramadhan is over, Alhamdulillah for everything

“Jadikanlah dirimu pribadi Rabbani, bukan pribadi Ramadhani (Syekh Muhammad Jaber)”

Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah…

Ramadhan 1438 H telah berakhir, sungguh terasa cepat berlalu, ibadahpun belum terasa maksimal untuk dilaksanakan. Namun, tetaplah bersyukur masih bisa dipertemukan Ramadhan dan berharap bisa bertemu kembali dengannya tahun-tahun depan.

Tahun ini adalah tahun keempat Ramadhan yang kulalui di Jakarta. Belum banyak yang berbeda memang. Namun ada dua hal yang ingin kutulis sebagai pencapaian pribadi yang tidak kutargetkan sebelumnya, ternyata bisa kukerjakan di Ramadhan tahun ini.

I’tikaf

Finally, bisa beri’tikaf lagi. Alhamdulillah, Allah memberikan kemauan sangat kuat plus rindu yang sangat besar untuk bisa merasakan nikmatnya i’tikaf. Pada tahun-tahun sebelumnya, ada saja excuse untuk tidak beri’tikaf, entah itu pikiran bahwa i’tikaf bisa mengganggu pekerjaanlah, belum dapat masjid yang nyamanlah, nggak mau i’tikaf kalau nggak ada temannyalah, ah..banyak deh pokoknya alasan-alasan yang muncul yang sebenarnya itu hanya hawa nafsu semata.

Ironinya, tempat favorit aku tarawih bertahun-tahun, Masjid Al Falah, yang berjarak 5-10 menit dari kost, memfasilitasi jama’ah untuk i’tikaf dengan service yang excellent bangeeeeetttt. Bisa kubandingkan, sebelas dua belas dengan Masjid Abu Bakar di Dieng Malang yang juga merupakan salah satu tempat favorit i’tikaf saat kuliah dulu. Meski menyesal banget baru tahun ini bisa i’tikaf di Masjid Al Falah karena memang baru tahu, tapi bersyukur banget bisa tercapai juga sesuai dengan harapan. Makin gembiranya, Allah ngasih beberapa bonus, seperti bisa menikmati tahajud yang oke punya, sahur jama’ah yang sangat ramah, ceramah dan nasihat ustadz-ustadz yang keren dan kadang nyesek banget, haha…

Ada lagi bonus yaitu bisa ngelihat langsung si Ahmad dan Kamil Hafidz Indonesia (HI) 2017. Ternyata, guru ngaji mereka di Pesantren Jogja itu ketua pengurus Masjid Al Falah, rumah beliau pun tepat di depan masjid. Karena itu, Ahmad dan Kamil itu muroja’ah hafalannya di Masjid Al Falah selama program HI berlangsung. Saat malam pertama i’tikaf, betapa senangnya melihat Ahmad muroja’ah sambil mengimami sholat tahajud dengan makmum Kamil bersama sang guru sambil mengoreksi bacaan Ahmad dengan Qur’an terpampang di depan beliau. Mereka berdua pun sempat mengimami sholat tarawih pada malam ke-15 Ramadhan secara bergantian.

Bonus yang lain yaitu aku berkenalan dengan bu Dewi, istri dari salah satu pengurus masjid yang juga ikut beri’tikaf bersama keluarga. Meskipun sudah bertahun-tahun menemani suami di Jakarta, beliau dan anak perempuannya baru tahun ini mengikuti i’tikaf, sementara sang suami dan anak laki-lakinya sudah beri’tikaf tiap tahun. Syabila, anak perempuannya yang masih berumur 5 tahun, sudah pandai membaca Qur’an. Duh, iri banget deh dengan bu Dewi pokoknya, bisa mengajarkan Qur’an dengan baik ke anak-anaknya. Aku pun stalking sama cara beliau ngerawat anaknya selama i’tikaf, alhamdulillah dapat ilmu banyak dari beliau secara tidak langsung. Insyaa Allah setelah liburan lebaran, akan bersilaturahim ke rumah beliau.

 

Jurnal Doa

Ah, akhirnya ini juga bisa tercapai. Sudah lama ingin membuat daftar doa yang tertulis, yang bisa dibaca berulang-ulang saat senggang, saat safar, dsb. Alhamdulillah, selama Ramadhan bisa menuliskan doa-doa tersebut setiap malam dan saat luang. Doa apa saja ditulis, yang terpikirkan saat itu, yang terbersit dan terinspirasi untuk dipanjatkan. Tentunya doa yang baik-baik, karena berharap kebaikan itu kembali padaku pula.

Kadang ketawa sendiri, kadang nangis sendiri saat membaca doa-doa yang telah dituliskan. Hihihi, indah deh rasanya. Jurnal doa pun aku baca kembali saat waktu-waktu diijabahnya doa. Pun, jika tidak sempat membacanya, aku mengingat beberapa doa dan melantunkannya setelah sholat.

Di dalam jurnal doa ini pula, aku tuliskan semangat yang ingin kurangkai untuk menjalani kehidupan setelah Ramadhan. Mulai berusaha mengerjakan langkah-langkah untuk mencapai doa, sebagai bentuk ikhtiar dari doa-doa yang telah dilangitkan. Salah satunya doa untuk merutinkan menulis lagi di blog ini.

Insyaa Allah, jika ada doa yang belum tertulis, ke depannya akan kulanjutkan untuk mengisi jurnal tersebut dan tentunya berusaha meluangkan waktu untuk mengulang-ulang membacanya dengan harapan bisa menjadi bagian komunikasi dengan Maha Pengabul doa.

Selamat menjalankan hari-hari setelah Ramadhan, sungguh 11 bulan lainnya merupakan cerminan akan keberhasilan Ramadhan kita 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s