22 of 365: ‘Batudis’ Culture

Sekarang lagi ngetren diskusi via Whats App, salah satu messager yang banyak dipakai saat ini. Pada 21 Januari malam, aku mengikuti diskusi bertemakan “Transformasi Aktivitas Batudis Kader KAMMI Malang” bersama akhwatakhwat KAMMI Malang dan beberapa akhwat dari KAMMI daerah lain.

Istilah ‘Batudis’ atau baca tulis diskusi, adalah sebuah aktivitas yang tak asing dikerjakan pada saat kuliah dulu. Dengan Batudis, banyak informasi baru yang diperoleh dan dipelajari. Namun seiring berjalannya waktu, budaya batudis terasa semakin menurun.

Oleh karena itu, dalam diskusi kali ini, akan dibahas tentang bagaimana kondisi minat dan budaya kader dalam Batudis, sejauh mana kader mau memaksimalkan potensi Batudis untuk pengembangan diri dan pengembangan KAMMI, serta apa saja yang perlu dilakukan untuk mengembangkan budaya dan minat batudis di dalam tubuh KAMMI.

Bomber atau penyaji dalam diskusi ini adalah sahabat saya yang memang memiliki budaya Batudis yang luar biasa. Tidak sedikit buku yang saya pelajari dari dia.

Pada intinya, minat dan budaya adalah dua hal yang berbeda. Minat merupakan hal yang muncul dari dalam diri, ada keinginan, ada rasa yang ditanam. Sedangkan budaya merupakan sesuatu yang sering dilakukan, membiasa, dilakukan berulang-ulang oleh orang banyak dan akhirnya membudaya. Menumbuhkan minat memerlukan usaha dari pribadi masing-masing. Sedangkan menumbuhkan budaya akan lebih mudah jika minat sudah tumbuh dengan baik sehingga menjadi minat kolektif. Kunci budaya adalah dilakukan terus-menerus, karena jika berhenti, di titik itulah budaya itu mati.

Untuk menumbuhkan budaya Batudis di kalangan kader, maka mulailah dari diri sendiri. Berilah contoh minat Batudis dengan baik. Kemudian bacalah situasi. Apa yang menarik dan yang dibutuhkan oleh kader terkait Batudis. Mulai dari topik yang dibahas hingga media Batudis yang digunakan. Tak pernah henti untuk mengajak kader untuk melakukan salah satu aktivitas Batudis meskipun hanya sebentar. Lakukan semua itu dengan perlahan agar situasi dan kondisi tetap dapat selalu terbaca.

Dalam KAMMI pun ada Mantuba atau mahhaj tugas baca yang sangat mendukung aktivitas Batudis tersebut. Budaya Batudis dalam KAMMI akan tumbuh apabila budaya tersebut juga tumbuh dalam pribadi kader-kadernya. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s