9 of 365: Your sad is mine!

Jumat mubarok, hari ini Alhamdulillah hari kedua bisa konsisten lebih pagi datang ke kantor yaitu jam 7. Bermaksud untuk mendapatkan kendaraan yang lebih nyaman menuju ke kantor (read: busway), karena kalau lebih pagi tidak terlalu penuh dan tidak sesak. Mudah-mudahan bisa konsisten.

Tulisan hari ini tentang topik artikel yang saya perhatikan dua hari belakangan ini, yaitu terkait peristiwa penembakan oleh 2 orang bersenjata di kantor Charlie Hebdo, sebuah kantor redaksi majalah yang penuh kontroversi di Paris. Peristiwa ini mengakibatkan12 orang tewas termasuk pemimpin redaksi. Yang membuat lebih sedih adalah 2 dari polisi yang ikut tertembak diketahui seorang Muslim yang bernama Ahmed Merabet. Bahkan insiden penembakannya terekam dalam video amatir di YouTube.

Charlie Hebdo terkenal dengan gaya satirnya yang menjunjung tinggi kebebasan. Mereka membuat kartun sindiran tentang agama dan politik. Tahun 2011 mereka membuat kartun Nabi Muhammad dan menjadikan sebagai “pimpinan redaksi”. Teguran sudah sering dilayangkan oleh pemerintah Perancis namun mereka tidak merespon dengan baik dan terus melanjutkan aksi satirnya.

Yang terpikirkan olehku sekarang adalah “Apa jadinya kehidupan Muslim di Paris setelah insiden ini?”

Beberapa tahun belakangan ini sangat bersyukur mendengar perkembangan Islam di Eropa tak terkecuali di Perancis. Mengutip dari data yang disebutkan di http://www.fimadani.com/skenario-menghentikan-islamisasi-di-eropa, bahwa diprediksi tahun 2027, 1 dari 5 warga Perancis adalah Muslim. Islam tumbuh tanpa perang dan kekerasan. 1000 masjid di Perancis mayoritasnya adalah bekas gereja. Kehidupan dengan umat beragama lain pun dapat berjalan dengan baik di negara yang sangat menjunjung tinggi prinsip kebebasan ini.

Namun, peristiwa penembakan tersebut pastinya akan berdampak dengan kehidupan warga Muslim di Paris. Keleluasaan gerak dalam interaksi sosial sehari-hari akan dipersempit, dipersulit, dicemooh, dan yang paling ditakutkan lagi adalah fenomena Islamofobia yang bisa bangkit kembali.

Tentunya saudara-saudaraku Muslim di sana sedang dirundung duka yang dalam. Mereka berjuang sekuat tenaga untuk kembali mengangkat Islam di bumi Perancis. Duka kalian ikut terasa dalam hatiku, seraya berdoa semoa Allah senantiasa memberikan kesabaran dan kekuatan dalam ujian yang berat ini. Aamiin Allahumma Aamiin…

Muslim Paris

Muslim Paris (Sumber: http://www.limitstogrowth.org)

——–

Tulisan ini seharusnya diposting semalam, tapi karena mata sudah sepet, jadilah baru diselesaikan pagi ini😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s