6 of 365: Show the evidence!

Hari ini suasana di kantor terasa diselimuti oleh satu topik heboh. Tentang bukti kehadiran atau presensi kerja. Topik ini diawali dengan kiriman “surat cinta” dari bagian kepegawaian minggu lalu yang berisikan rekapitulasi keterlambatan dan pulang awal masing-masing pegawai. Persisnya aku lupa kena berapa jam, karena hanya diberitahukan lewat lisan oleh sekretaris Kapus dan katanya akan ditindaklanjuti oleh masing-masing Kabid.

Yang aku ingat, kurang lebih aku dinyatakan terlambat 6 jam dan pulang awal 22 jam, yang kalau ditotal aku masih masuk dalam hitungan 4 hari jam kerja (1 hari jam kerja 7 setengah jam). Kemarin Kabid memanggil satu per satu beberapa nama di bidangku yang totalnya di atas 5 hari sehingga akupun tidak dipanggil.

Yang anehnya, ada 2 orang teman sebidang yang aku rasa mereka lebih rajin dan lebih teratur kehadirannya ketimbang diriku, tapi kenapa mereka dinyatakan lebih banyak daripada diriku bahkan jauh. Rasa penasaran pun menghinggapi hampir semua pegawai untuk ingin mengecek dan menghitung kembali apakah rekapitulasi tersebut benar dan sesuai dengan kehadiran.

Nah, hari ini, di tengah-tengah sulitnya mengakses sistem kehadiran, Alhamdulillah ada satu teman yang berhasil mengakses kemudian membantu beberapa teman dalam mencetak laporan presensi per bulan. Alhamdulillah pula aku termasuk yang berhasil dicetakkan.

Sembari melihat data yang telah dicetak, akupun membongkar data simpananku dan akhirnya aku menemukan data presensi April-Juni 2014 yang aku simpan di pertengahan Juli. Setelah mengecek, aku menemukan 1 kejanggalan. Data kehadiranku di 29 April tertulis pulang awal, sementara di data yang sudah aku simpan lama tidak ads tertulis keterangan apapun. Memang di bagian jam pulang tertulis tanda “-“. Namun, dari data yang aku punya, aku pernah mengajukan surat keterangan bahwa presensi pulang tanggal segitu tidak ter-record sehingga data lamaku menunjukkan tanpa keterangan karena telah diedit oleh sekretaris pasca aku mengajukan surat itu. Akhirnya, dataku pun diambil jadi sampel bukti. Bisa jadi kasusku ini terjadi juga di data kehadiran pegawai yang lain, bahwa terjadi perubahan data di sistem.

Begitulah pentingnya sebuah bukti. Hingga hal yang sepele pun jangan sampai terabaikan. Meskipun dari kepegawaian mengatakan tahun 2014 akan diputihkan karena hukuman disiplin akan diberlakukan mulai 2015, tetap saja kejadian heboh ini jadi pelajaran bersama. Dan semua betekad akan menyimpan bukti kehadiran masing-masing tiap bulannya sebagai pegangan kelak jika ada masalah di rekapitulasi akhir tahun🙂

Jakarta dengan penuh istighfar,

Pipit :’)

4 thoughts on “6 of 365: Show the evidence!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s