Harmoni Qowwaamuzzamaan : Pertarungan Niat

pertarungan niat

Siang harinya…
“Afwan mbak, ana mundur”, SMS itu menggentarkan hatiku. Serasa lemas diri ini, menggoyahkan niatku untuk pergi ke sana.

Sore harinya sepulang koordinasi…
“Afwan ukhti, ana gak jadi ikut”. SMS ini semakin menggerus niatku.
===========

Keesokan harinya di pagi hari…
“Semoga barokah ya Putri, “ ucap bapak dosen setelah menandatangani surat rekomendasi tokoh untuk pergi ke sana.
“Iya pak, aamiin, terima kasih Pak”, ucapku menutup pertemuan itu.
Kalimat singkat dari bapak tadi benar-benar mengguyur hatiku, menumbuhkan kembali niatku. Apalah yang ku harap dari kepergianku ke sana selain keberkahan dari Allah SWT.

Sore harinya ketika sudah persiapan berangkat…
“Mbak, ana menyerah.” SMS dari yang lain lagi datang. Huuufff, aku kembali bertarung dengan niat. Langkah kaki seperti maju dan mundur. Namun teringat kembali bahwa perjuangan ini tetap harus dilewati, amanah ini tetap harus dijalani. Distorsi niat itu harus dihancurkan. Mereka telah mempercayaimu untuk maju ke depan. Akankah semua sia-sia karena itu?

Alhamdulillah, akhirnya jam 9 malam aku pun sampai di ruangan itu. Ruangan yang kelak akan ku torehkan bagian dari sejarah hidupku. Bersama mereka para qowwamuzzamaan berbagai daerah. Memperbarui niat yang usang untuk beberapa hari ke depan. Kuat, kuat, kuat, semua ini akan terlewati dan semoga khusnul khotimah dengan keberkahan Allah SWT, karena bukti konkrit telah ditunggu bagi mereka yang telah mempercayaiku di kota Apel.

Malang-Surabaya, 23 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s