Dakwah Itu Bernama Keteladanan

Ya, memang paling asyik jika menuliskan sesuatu yang sedang kita pikirkan, tidak memikirkan apa yang mau kita tuliskan. Dan pada detik ini, aku sedang berpikir tentang keteladanan.

Mengapa 1 kata ini begitu sulitnya ku jalani dalam kehidupanku. Target yang tidak istiqomah, ghirah yang naik turun, azzam yang tidak kuat. Seakan aku lupa dengan mimpi-mimpi yang telah ku tuliskan di pikiranku. Resolusi-resolusi yang telah ku tanam dalam hatiku. Kemana semuanya?

Ah, begitu sulitnya keteladanan itu. Dan kini aku menghadapi persoalan yang rumit dalam hidupku. Memilih dua pilihan yang sangat menentukan masa depanku. Inginku memilih untuk studi lanjutku. Namun, nyata yang tiap akhir pekan kulihat, membuatku merasa egois untuk lebih mendahulukan pendidikanku, ketimbang mereka.

Siapa mereka?

Ya, mereka adalah keluargaku. Orang yang membersamaiku sejak 21 tahun yang lalu. Aku sangat yakin Allah mewajibkanku untuk mengajak mereka kepada-Nya. Dan di sinilah titik terberatnya. Ternyata Allah-pun menguji kesabaran dan kecerdasanku dalam menjalankan dakwah untuk keluargaku.

Di kala sang ibu ingin belajar mengaji, maka ibu sangat senang saat aku menawarkan untuk mengajarkannya mengaji. Rezeki lebih yang Allah berikan pun bisa ku sisihkan untuk membelikan Al Quran pink berukuran Folio spesial untuk ibuku. Namun, sampai sekarang baru dua kali aku menyempatkan waktu saat pulang untuk mengajarkannya sejak Al Qur’an itu terbeli awal Mei lalu. Terlebih, aku malu dalam hatiku saat aku sedang dilingkupi rasa malas untuk tilawah. Kemana teladan itu?

Di kala sang kakak sedang di uji dengan masalah cintanya yang sedang dia ikhtiarkan agar bisa berujung di pelaminan. Di satu sisi, aku cukup terganggu dengan seringnya bepergian antara kakak dan pacarnya berduaan. Sungguh aku tak tega. Namun, apakah kata larang dariku itu bisa mengalahkan cinta antar keduanya. Terlebih, aku hingga sekarang belum bisa membantunya banyak untuk mempercepat proses pernikahannya yang notabenenya terhalang karena keputusan dari seorang Ayah. Kemana teladan itu?

Di kala sang adik pertama yang akan masuk SMA ternyata telah mengenal cinta dengan lawan jenisnya. Suatu saat, cukup terbelalak mataku dibuatnya ketika membaca status Facebooknya yang ingin menyatakan cintanya. Lalu kusahut dengan comment “untuk siapa?”, dan diapun menjawab tak mau member tahu. Aku pun takut jika sang adik pertama nantinya terjerumus dalam cinta yang salah. Namun, aku sampai sekarang masih bingung mencari solusi untuk ini. Terlebih, aku belum bisa berkomunikasi dengan baik kepada sang adik, entah apa karena sama-sama sifat kerasnya, atau memang karena aku saja yang belum bisa. Kemana teladan itu?

Di kala sang adik kedua yang masih duduk di kelas pertama bangku SMP ternyata masih sulit untuk rutin shalat 5 waktu. Sering harus diingatkan dulu bahkan tidak cukup dengan kata yang pelan. Inipun juga terjadi pada adik pertama. Namun, aku hanya bisa mengontrol tentang hal ini saat aku pulang dan ada membersamai mereka saja di akhir pekan. Terlebih, aku juga malu saat hati ini sulit diajak berkompromi untuk shalat tepat waktu ketika pulang di rumah. Kemana teladan itu?

Akupun hanya bisa beristighfar. Aku sangat yakin ini semua ujian bagiku. Karena itu,ku putuskanlah satu tahun ini untuk fokus pada dakwah keluarga bersamaan dengan fokus pada pekerjaanku. Misi yang ingin ku jalankan ini tidak akan mungkin berjalan dengan baik tanpa adanya keteladanan. Dan dari waktu ke waktu, aku semakin merasakan namanya urgensi keteladanan di jalan dakwah…

Aku hanya bisa berharap semoga ini adalah pilihan terbaik yang Allah berikan untukku dengan segala macam resikonya.

“Bersama kesulitan, pasti ada kemudahan” (Firman Allah SWT)

Pasuruan yang sunyi, 3 Maret 2012 3:35 AM

dikelilingi Mama, Kakak, kedua Adik yang sedang terlelap

6 thoughts on “Dakwah Itu Bernama Keteladanan

  1. wah, jadi malu tetik comment
    oke..jazakillah khoiron ukhti..
    mohon doanya untuk misi dakwah ana ini..
    semoga diberkahi Allah..
    begitupula dengan anti🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s