Pertolongan ALLAH Begitu Mempesona

Hari Rabu di pekan ini, menjadi hari yang membuatku semakin percaya dengan adanya pertolongan Allah dari arah yang tidak disangka-sangka. Di pagi itu, saya cukup kewalahan dengan rutinitas yang saya jalani yaitu berangkat ke sekolah. Seperti biasa, kalau hari Rabu saya ingin tiba di sekolah lebih awal, saya harus berangkat bersama Bu Vida, salah satu teman kerja di sekolah. Saya pun meng-SMS beliau untuk janjian berangkat bareng. Perjanjian dengan Bu Vida memang kalau beliau melewati lintasan jalan samping toko Sardo -sebuah toko terkenal di Malang-, namun saya masih tidak ada di pinggir jalan tersebut, maka beliau akan terus dan tidak menunggu, karena beliau harus tiba di sekolah 15 menit sebelum masuk untuk mempersiapkan alat-alat olahraga dan kondisi lapangan. Ya, beliau seorang guru Olahraga.

Saya pun bergegas untuk bersiap-siap agar tidak kelewatan untuk dijemput Bu Vida. Namun apa daya, selama perjalanan perasaan saya sangat kuat untuk mengatakan sepertinya Bu Vida sudah lewat. Saya coba tepis dengan tetap berjalan menuju ke tempat perjanjian. Sekitar 5 menit saya tunggu tidak kunjung jua. Akhirnya saya pun mencoba SMS dan ternyata benar. Sedikit sedih tapi harus segera bergegas untuk mencegat angkot agar saya tidak telat. Saat itu jam sudah menunjukkan 06.35. Kalau naik angkot yang notabene perjalanannya 45 menit karena harus oper angkot lagi di Landungsari, pasti saya sudah telat, gumamku.

Apa daya, pilihan naik angkot menjadi satu-satunya jalan tercepat -karena tidak memilih naik taksi yang harus mengeluarkan ongkos Rp20.000 dari Dinoyo ke Dau. Setibanya di Landungsari, hopefully angkot berbaju Kuning ataupun Ungu Tua yang bisa mengantarkanku menuju sekolah segera muncul. But, I’m so sad, hampir 5 menit tak muncul jua. Saya pun tetap menunggu kedua jenis angkot tersebut, tapi dengan memindahkan posisi tungguku ke pinggir jalan yang dilewati angkot setelah tadi saya menunggu di jalan keluar peron terminal. Sempat ada terpikir, mungkin saja bisa ketemu dengan ibu guru lainnya yang juga mau menuju sekolah sembari dalam hati berdoa agar tidak terlamat dan banyakistighfar.

Tak lama, sekitar 2 menit kemudian, ada sebuah motor melintas di depanku dan berhenti, lalu tersenyum. Ternyata itu ukhti Tetik, seorang sahabat seperjuangan di kampus. Dia sedang melakukan perjalanan untuk pulang ke rumahnya di Jombang. Alhamdulillah, dia bersedia mengantarkanku ke sekolah dengan motornya karena searah dengan perjalanannya. Dalam hati aku hanya bisa bilang “Subhanallah, pertolongan-Mu ya Rabb pasti datang dari arah yang tidak disangka-sangka, tidak kuduga begini skenario pertolongan-Mu yang Maha Indah”.

Begitulah hingga aku pun sampai disekolah jam 06.59 dan tidak telat, sehingga ulangan harian pun bisa berjalan dengan tepat waktu.

Alhamdulillah, terima kasih buat-Mu ya Rabb atas pertolongan-Mu saat aku merasa sempit ketika itu, saya sangat bersyukur punya saudara seperjuangan sebaik ukhti Tetik juga🙂

Terima kasih buat anti, ukhti Tetik, jazakillah khoiron🙂

Sekali lagi, Alhamdulillah….

3 thoughts on “Pertolongan ALLAH Begitu Mempesona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s