Akhlak Kita terhadap Alquran

(Catatan dari Dauroh Quran @Masjid Abu Bakar, 21 Ramadhan 1431 H)

Oleh : Ust. Joko

Rasulullah SAW di utus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak. Begitulah hadits Rasul yang disampaikan. Akhlak tidak hanya diberikan kepada sesama makhluk hidup, tetapi juga kepada Alquran, Al kitabul Kariim.

Bagaimana akhlak kita kepada Alquran? Qur’an secara bahasa berarti bacaan. Oleh karena itu, salah satu bentuk akhlak kita padanya adalah bagaimana kita bisa membaca Alquran dengan beberapa adab agar ketika tilawah atau membaca Alquran dapat memberi bekas pada kita. Lima belas adab tersebut yaitu :

1. Memilih waktu di mana Allah bertajalli (berinteraksi betul dengan hamba-hambaNya), terutama di waktu-waktu yang lebih berkah, seperti 1/3 malam terakhir, di waktu sahur/malam hari, waktu fajar/ba’da, dan senggang di siang hari. Di waktu-waktu itu, user sedang tidak banyak sehingga signal untuk “berkomunikasi” dengan Allah lebih jernih di waktu itu.

2. Memilih tempat yang sesuai, misal : masjid, ruangan yang kosong dengan gangguan, boleh juga menambah dengan wewangian atau aroma terapi. Hadits riwayat Tirmidzi menyatakan bahwa orang yang tilawah/baca Qur’an di tempat yang terang (terbuka), hampir sama seperti orang yang berterang-terangan dalam bersedekah. Hal ini perlu dicatat atau diperhatikan, namun memang ada kalanya kita memberikan contoh kepada orang lain mengenai tilawah.

3. Posisi tilawah memberikan keadaan kepasrahan atau ketundukkan di hadapan Allah Ta’ala karena yang kita baca adalah kalam Allah, seperti kita sedang berkomunikasi dengan Allah

4. Disunahkan dalam keadaan suci secara fisik. Suci dari jinabat, haid, nifas. Dan disunahkan dalam keadaan wudhu meskipun ada ijma’ yang membolehkan, karena untuk mempelajari atau menuntut ilmu.

5. Mensucikan semua indera yang dimiliki, mulai dari mata, telinga, dan seterusnya.

6. Menghadirkan niat yang ikhlas karena Allah dan mengharapkan pahalaNya

7. Berharaplah naungan dan pertolongan Allah (khauf wa raja’) harus dengan seimbang. Harap harap cemas. Ada perasaan seperti kapal kita akan tenggelam. Dengan seperti itu, kita memiliki motivasi dan keyakinan untuk menjalani proses kehidupan, misalnya jika kita belajar kita yakin akan jadi pintar, jika kita bekerja kita yakin akan jadi kaya dan itu semua tak terlepas dari kehendak Allah Ta’ala

8. Membaca isti’adzah (a’udzu billahiminasysyaithan nirrajiim) dan basmalah

9. Konsentrasi, mengosongkan dari hal-hal yang mengganggu! Jika kita membaca, akan mendapat nilai-nilai tadabbur

10. Membatasi pikiran atau fokus hanya dengan bacaan Alquran

11. Hadirkan Alquran dalam kekhusyukan

12. Rasakan keagungan Allah dan mengagungkanNya

13. Memperhatikan ayat-ayat untuk ditadabburi

14. Hadirkan perasaan dan emosi sesuai dengan ayat-ayat yang dibaca. Misalnya, ayat yang membicarakan tentang surga, maka emosi/perasaan kita adalah senang, sebaliknya jika membicarakan tentang neraka, maka emosi itu akan sedih dan khawatir apakah nantinya akan masuk surga ataupun neraka.

15. Rasakan bahwa kita sedang diajak dialog dengan Allah Ta’ala

Semoga kita bisa mengaplikasikan adab-adab ini dalam kehidupan sehari-hari saat berinteraksi dengan Alquran. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s