PEMPEK, BEGITU MAHALNYA DIKAU…

kejut pempek Ya, ini adalah pengalaman saya yang cukup lucu dan tidak akan terlupakan. Sesuatu yang sepele tapi bisa saya ambil hikmahnya insya Allah…

Kemarin malam (30/07/2009), saya bersama ukhti Sketsa bepergian di daerah Persada, tak jauh dari kontrakan. Tujuan utamanya adalah untuk mengambil uang di ATM. Setelah itu, tiba-tiba, saya berkeinginan untuk membeli jajan, walaupun tadi sudah makan pas buka puasa. Alhamdulillah, di depan Persada ada penjual pempek dan saya pun menghampirinya. Saya pun mengambil 1 pempek yang berukuran lebih besar, dan saya pun bertanya kepada Mas penjualnya.

“1000 mbak”, begitu yang saya dengar. “Wauw, kok ukurannya lebih besar tapi harganya 1000”. Akhirnya saya pun mengambil 2 buah. Ketika akan digoreng, saya pun meminta untuk ditambah lagi 1, sehingga ada 3 yang saya beli. Lumayan, 3000 tapi gede dan banyak.

Seiring berjalannya waktu, sambil menunggu pempeknya matang dan digoreng kering. Saya bergumam dalam hati, “Benar gak ya ini harganya cuma 1000?”. Saya pun bertanya kepada Masnya, “Mas, kalau yang kecil itu harganya berapa?”. Sang Mas menjawab, “1200 mbak”. Hmmm,wah, sepertinya ada yang tidak beres di sini. Saya pun mengira-ngira, paling yang gede 2000/buah, jadinya totalnya 6000 dari pembelian saya. Lalu saya bertanya, “Uang 50000 ada kembalinya gak Mas?”. “Oh, gak ada mbak”. “Kalau 10000?.” “Ada”. Ok, sekarang tinggal menunggu beres saja.

Setelah beberapa lama (cukup lama juga nunggunya), dan setelah tinggal di ambil, saya pun membayar menggunakan uang 10000.

“Loh mbak, kurang 2000”. WHATS??? Sepintas setelah kaget yang luar biasa, saya bersikap biasa saja. “Oh, kalau gitu saya bayar pakai uang 50000 tadi Mas”. Mas penjual pun menukarkan uang itu dan akhirnya dikembalikanlah uang saya 38.000.

Fiuh…dari yang awalnya mengira hanya mengeluarkan uang seharga 3000, terus berubah menjadi 6000, eh, ternyata yang benar 12.000. Subhanallah, seperti main matematika saja…

Ya, hikmah yang dapat saya ambil adalah “janganlah melakukan hal yang sia-sia” (QS Al Mu’minuun). Artinya, keinginan untuk membeli pempek ini memang seharusnya tidak boleh saya lakukan sebab sebelumnya kebutuhan makan saya sudah terpenuhi.

Astaghfirullah, ya Allah ampunilah hamba-Mu yang bodoh ini…Dan semoga hamba-Mu in senantiasa mengingat shadaqah sebagai obat hatinya (HR Abu Dawud)…Amin Allahumma Amin,,

5 thoughts on “PEMPEK, BEGITU MAHALNYA DIKAU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s