Umat Islam Berduka…

DISKRIMINASI DAN KEKEJAMAN TERHADAP UMAT ISLAM TERJADI LAGI
MUSLIM XINJIANG CHINA BERDUKA
KORBAN BERJATUHAN…
AKANKAH KITA DIAM DAN BERPANGKU TANGAN???
KEPEDIHAN UMAT MUSLIM DUNIA…
DUKA XINJIANG, DUKA KITA SEMUA…
AKSI SOLIDARITAS MUSLIM INDONESIA UNTuK XINJIANG

Umat Islam di dunia sedang berduka kembali. Aksi kekerasan terhadap warga muslim mulai merebak lagi. Kekejaman dan diskriminasi terjadi pada warga muslim Uighur di Xinjiang, China. Korban jiwa mencapai 156 orang dan beberapa warga ditangkap aparat serta dipenjarakan.

Kekerasan yang dilakukan oleh rezim pemerintahan China terus berlanjut, setelah beberapa waktu kemarin banyak warga Muslim etnis Uighur yang tewas akibat bentrokan dengan etnis Han, pemerintah juga melakukan pelarangan bagi warga etnis Muslim Uighur untuk sholat di dalam masjid sampai batas waktu yang tidak ditentukan bahkan para pemeluk agama Islam dilarang melaksanakan kewajiban shalat Jumat di Masjid. Sejumlah masjid di sepanjang distrik Uighur di kota Urumqi memasang pengumuman bahwa ibadah shalat Jumat ditiadakan (eramuslim, 10/07/2009)

Tindak kekerasan di Xinjiang tidak terjadi tiba-tiba. Akar penyebabnya adalah ketegangan etnis antara warga Uighur Muslim dan warga China etnis Han. Di bawah pemerintahan Partai Komunis, terjadi pembangunan ekonomi yang sangat gencar, namun kehidupan warga Uighur semakin sulit dalam 20-30 tahun terakhir yang pada akhirnya menimbulkan penentangan mendalam di kalangan warga Uighur, yang memandang perpindahan orang-orang Han ke Xinjiang sebagai makar pemerintah untuk menggerogoti posisi mereka, merongrong budaya mereka dan mencegah perlawanan serius terhadap kekuasaan Beijing.

Islam adalah bagian integral kehidupan dan identitas warga Uighur Xinjiang, dan salah satu keluhan utama mereka terhadap pemerintah China adalah tingkat pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing terhadap kegiatan keagamaan mereka. Jumlah masjid di Xinjiang merosot jika dibandingkan dengan jumlah pada masa sebelum tahun 1949m dan institusi keagamaan itu menghadapi pembatasan yang sangat ketat. Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak diizinkan beribadah di masjid.

Sekolah keagamaan, madrasah, juga sangat dibatasi. Lembaga-lembaga Islam lain yang dulu menjadi bagian sangat penting kehidupan keagamaan di Xinjiang pun dilarang, termasuk persaudaraan Sufi, yang berpusat di makam pendirinya dan menyediakan jasa kesejahteraan dan semacamnya kepada anggotanya. Semua agama di China dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama, tapi pembatasan terhadap Islam di kalangan warga Uighur lebih keras daripada terhadap kelompok-kelompok lain, termasuk etnis Hui yang juga Muslim.

By : FSLDK Malang Raya

(13 Juli 2009, perempatan ITN dan depan Universitas Brawijaya, Bundaran Veteran)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s