Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

(Begitu menginspirasi dan memotivasiku…^_^)

Tuhanku,

244035468m1

Aku masih ingat , saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu

Lembar demi lembar kitab kupelajari

Tentang cinta para nabi

Tentang kasih para sahabat

Tentang mahabbah para sufi

Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam

Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan

Tapi Rabbii,

Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan , bulan dan kemudian tahun berlalu

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi

Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu

Aku makin merasakan gelisahku membadai

Dalam cita yang mengawang

Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi

Hingga aku terhempas dalam jurang

Dan kegelapan

Wahai Ilahi,

Kemudian berbilang detik , menit, jam, hari, pekan , bulan dan tahun berlalu

Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali

Menatap, memohon dan menghibaMu

Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbi,

Perkenankanlah aku mencintaiMu,Semampuku

Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabbii

Perkenankanlah aku mencintaiMu,Sebisaku

Dengan segala kelemahanku

Ilaahi,

Aku tak sanggup mencintaiMu

Dengan kesabaran menanggung derita

Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa

Karena itu izinkan aku MencintaiMu

Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu

Atas derita batin dan jasadku

Atas sakit dan ketakutanku

Rabbi ,

Aku tak sanggup mencintai Mu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.

Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.

Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiar dien Mu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,

Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.

Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilaahi,

Aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.

Karena itu Ya Alloh,

Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata,

Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,

Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan Mu.

Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.

Dalam satu dua sunnah nafilahMu.

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahman,

Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah kalamMu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Ya Rahiim

Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah , yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya Dien Mu.

Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad nya bagiMu.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,\aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya , dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.

Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,

Dengan mencintai sahabat-sahabatku,

Dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahim, Ilaahi Rabbi

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.

Agar cinta itu mengalir di sepanjang nadiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s