Hari Dilemma (29 Januari 2009)

Ya, hari ini, 29012009, menjadi hari yang telah membuat saya dilemma dalam mengambil keputusan yang pastinya besar kecilnya akan mempengaruhi kehidupan saya ke depannya…

Amanah, inilah satu hal yang jujur, sulit untuk diucapkan maupun dilakoni, karena ini adalah suatu hal yang sangat berat. Sebenarnya, amanah menjadi sarana pembelajaran kita, bagaimana kita bersikap, bertindak, menghadapi sesuatu yang kita sukai maupun tidak, berkomunikasi dengan orang lain bahkan diri kita sendiri, adu pendapat, perang pemikiran, buat kesepakatan, menyusun strategi, siap menghadapi kekalahan maupun kemenangan, hal-hal ini akan kita dapatkan semuanya dalam amanah jika kita emban dengan baik dan bersungguh-sungguh…

Lalu, apa sebenarnya yang menjadikan saya dilemma hari ini? Ya, 1 hal, ketidaksiapan. Jujur saya sangat senang dengan amanah yang direkomendasikan ke saya ini karena ini mencerminkan kepercayaan mereka yang seamanah ini kepada saya. Senang banget…sebab suatu kepercayaan itu tidak mudah diberikan begitu saja, tanpa ada manfaat yang bisa kita berikan atau telah kita berikan..tanpa adanya LOYALITAS atau kesetiaan…

Maafkan saya ikhwahfillah, tawaran itu saya belum bisa terima, masih terlalu dini ukhti, akhi, masih banyak yang lebih berpotensi dan lebih siap daripada saya…Amanah itu terlalu tinggi untuk saya, walaupun kata salah seorang ikhwan bahwa ”Amanah yang tiada batas ini diembankan kepada kita, manusia-manusia yang penuh dengan keterbatasan”…Wallahu’alam…

Ada yang mengatakan bahwa amanah ini boleh saja dibarengi dengan yang lain dan kita bisa saling bertukar pengalaman di dalammnya..Iya ukhti, saya paham, tapi kita sadarkan, di antara hal yang kita barengi itu, pasti ada salah satunya yang harus kita dominankan, Fiqh Prioritas…dan saya belum bisa menjanjikan prioritas ini jatuh ke amanah ini…belum…

Tapi walaupun begini keputusan saya, saya harap kalian dapat memaklumi dan tidak berakhir dengan kebencian terhadap saya. Cukup beramanah satu tingkat di bawah ini insya Allah sudah pantas untuk saya mengembannya…Ingat! Belum siap bukan berarti tidak siap kan?!! Allah pun akan memberikan keyakinan pada saya untuk berani memilih menjalankan amanah ini ketika saya sudah siap menjalani porsi yang lebih dari amanah ini dibandingkan dengan amanah satu tingkat di bawahnya dan saya yakin, waktu dan kesempatan untuk memilih mengemban amanah ini dengan sepenuh hati saya jika Allah berkehendak…Allah-lah yang Maha Tahu..

SEMOGA KITA TETAP BISA BERAMANAH DI MANAPUN KITA BERADA dan semoga dengan menerima amanah satu tingkat di bawah amanah ini membuat saya siap untuk menjalankan amanah-amanah saya di lingkungan yang lain atau pun membuat saya siap untuk menerima amanah yang ditawarkan ini ke depannya di kesempatan yang lain…Amin, Allahumma amin…

HAMASAH! HARAPAN ITU MASIH ADA!!!

3 thoughts on “Hari Dilemma (29 Januari 2009)

  1. kalo menurut ane kita diberikan amanah itu ada dua tujuan : yang pertama dia emang mampu di bidang amanah itu, yang kedua biar orang diberi amanah itu bisa belajar. jadi istilahnya belajar sambil jalan.jadi belum tentu emang orang yang diberi amanah itu dia mumpuni disitu.
    waallahu a`lam bisshowab

  2. assalamu’alaykum…
    jazakallah khoir akhi atas tanggapannya…
    semua yang ant katakan itu memang benar, namun apa yang ana putuskan ini insyaALLAH sudah ana diskusikan dengan MR ana + 1 orang yang ana percayai atas amanah-amanah yang ana emban
    afwan…
    Semuanya itu akan indah pada saatnya!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s