Mama, Rindu Hati Ini…

Mamaku tersayang, sedih rasanya setelah pertemuan kemarin, kita harus berpisah lagi hingga waktu yang tidak bisa ditebak, kapan lagi pipit bisa bertemu Mama…

Ma, pipit sadar, pipit belum bisa menjadi anak yang sempurna, masih banyak kekurangan pipit yang terkadang selalu membuat mama marah atau kecewa. Tapi, semenjak hidup jauh darimu, banyak sekali pelajaran berharga buat pipit, bahwa sesungguhnya banyak makna di balik kehadiran seorang ibu…

Ma, pipit tahu, pertemuan terakhir menorehkan lagi luka di hati Mama..dan Pipit janji, itu akan menjadi kekecewaan Mama yang terakhir…

Mungkin Mama tidak banyak tahu atas apa saja yang Pipit kerjakan hidup di sini, tapi tenanglah Mama, insya Allah, jalan yang Pipit pilih tidak lain adalah jalan yang memang harus Pipit tempuh, jalan yang telah diwajibkan Allah buat Pipit layaknya sebagai seorang Muslim dengan Summuliyatul Islam…

Mungkin Pipit telah banyak berubah, dari jiwa dan pikiran Pipit, fokus hidup Pipit sudah tidak seperti dulu, karena ternyata, kewajiban Pipit dari Allah di dunia ini tidak sesempit pemikiran Pipit dulu, tapi ketahuilah Ma, perubahan itu akan Pipit jalani dengan jalan yang benar demi kemenangan, yang tak lain adalah kemenangan agama tercinta ini. Oleh karena itu, Pipit selalu memohon doa darimu, karena doamu selalu menyertai-Nya…

Mungkin Pipit tidak bisa menjadi insan sesabar Mama, sosok yang memiliki kesabaran tiada batasnya. Pipit tidak habis pikir, bagaimana bisa Mama begitu sabar menunggu tanggung jawab orang yang seharusnya selalu ada di sampingmu, yang selalu mendidik dan mengawasi kita, hingga Pipit pun mengakui sudah tak sanggup atas ini semua, makanya kenapa Pipit telah enggan menjalin silaturrahim hubungan darah ini…bukan enggan mungkin, tapi meminta waktu sejenak untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan ini atas ukhuwah yang hilang itu…

Mungkin Pipit tidak bisa sepandai dan secerdik Mama dalam mengatur keuangan..Pipit selalu bertanya-tanya, kok ada saja rezeki yang Mama dapat hingga dapat memenuhi kebutuhan kita berempat, tanpa sentuhan tangan dari siapapun. Ya, Allah Maha Adil, Dia selalu memberikan kelapangan bagi hamba-Nya yang bersyukur

Mungkin Mama tidak banyak mengajarkan ilmu agama dalam hidup Pipit, tapi tenang saja Ma, di sini Pipit akan belajar banyak ilmu agama yang kelak nanti akan Pipit ajarkan kepada Mama secara perlahan-lahan..Jadi, maafkanlah anakmu ini jika pernah merasakan keterpaksaan atas permintaan Pipit dalam hal ibadah..Pipit masih belajar cara berdakwah yang baik Ma..

Ma, Pipit selalu berdoa, agar Allah selalu membukakan pintu hati Mama agar bisa menjadi seorang Muslimah yang utuh dengan fitrah insan manusia yang menyertaimu..

Ma, doakanlah selalu yang terbaik untuk Pipit agar hidup Pipit bisa berakhir dengan Husnul Khotimah…Amin Allahumma Amin…

SELAMAT HARI IBU YA MA…..

AJARILAH ANAKMU YANG BODOH INI TENTANG KEPINTARAN MENCARI REZEKI ALLAH

AJARILAH ANAKMU YANG EMOSI INI TENTANG KESABARAN

AJARILAH ANAKMU YANG SOMBONG INI TENTANG KERENDAHAN HATI DAN KEMURAHAN ALLAH

AJARILAH ANAKMU YANG TAK SEMPURNA INI TENTANG SEMUA KENIKMATAN YANG DIBERIKAN ALLAH PADA KITA

AJARILAH ITU SEMUA, AGAR AKU JUGA BISA MENGAJARKAN KEPADA ANAK-ANAKKU KELAK

AJARILAH ITU SEMUA, AGAR AKU BISA MEMBANGGAKAN DIDEPAN SEMUA ORANG BAHWA AKU PUNYA IBU TERHEBAT DI DUNIA

DAN KU SELALU BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG SHOLIHAH, AGAR KU BISA MENITIPKAN DOAKU UNTUKMU KELAK DI HARI AKHIR NANTI UNTUK MEMBANTUMU…

AMIN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s