HIKMAH COOL RUNNING

Ya, itulah yang saya dapatkan. 4 Desember 2008 kemarin ketika pelaksanaan KIM3(Kajian Intensif Mahasiswa Muslim MIPA) Spesial Millad(hari kelahiran) FORKALAM 10 tahun. Acaranya adalah nonton bareng film full motivasi, Cool Running.

Film ini menceritakan banyak tentang realitas kehidupan yang tidak bisa kita hadapi. Kisah nyata yang menceritakan bagaimana perjuangan tim seluncur es dari negara Jamaica, yang saat itu masih menjadi salah satu negara kecil yang belum punya nama, untuk mengikuti perlombaan di Olimpiade. Mereka ditolak habis-habisan ketika mendaftar menjadi peserta membawa nama negaranya. Alasannya mereka kelompok kulit hitam dan mereka belum punya pengalaman, yang akhirnya akan mempermalukan negara mereka.

Tim itu tidak pernah menyerah. Mereka berusaha mencari pelatih, lalu mencari uang dengan bekerja keras untuk membiayai segala persiapan latihan dan perlombaan, hingga akhirnya mereka lolos masuk ke babak kualifikasi. Usaha mereka untuk sampai di tahap ini sudah bisa diacungi jempol karena hampir tiap waktu mereka kenyang dengan ejekan perbedaan ras kulit.

Salutnya film ini adalah menceritakan ending yang berbeda dengan kebanyakan film perlombaan. Film ini tidak menampilkan suatu kemenangan. Tim ”Cool Running” Jamaica tidak berhasil mencapai garis finish karena alat seluncur mereka rusak beberapa meter sebelum garis finish hingga mereka mengalami kecelakaan kecil. Akan tetapi, karena telah melihat garis finish, mereka sadar dan harus menyelesaikan pertandingan. Dengan apa? Toh alat mereka sudah rusak?!

Mereka punya cara lain. Alat seluncur yang rusak itu mereka angkat secara bersama-sama lalu membawanya berjalan hingga garis finish. Di sekeliling penonton pun awalnya terdiam semua, akan tetapi lambat laun suara tepukan tangan sebagai rewards buat mereka mulai terdengar, termasuk tepuk tangan dari pelatih tim lawan mereka yang tak pernah henti mengejek tim Jamaica. Menurut mereka, mengikuti pertandingan olimpiade pada intinya yang dicari bukan menang atau kalah, tetapi bagaimana caranya kita bisa membawa bangsa kita dengan kehormatan di mata dunia.

Kata akh Andik, pembedah film di acara ini, kita bayangkan seandainya tim Jamaica itu adalah kita dan alat seluncur esnya itu bergambarkan bendera Indonesia, betapa besarnya kita menghargai bangsa ini karena telah memperjuangkannya di hadapan dunia. Selain itu, kita dapat memetik hikmah tersirat bahwa ”Hidup tak pernah menuntut kita untuk selalu berada di puncak atau posisi teratas, kadangkala dalam hidup kita memang berada di bawah tetapi itulah usaha kita yang maksimal, yang terpenting adalah kita sudah berusaha maksimal dan melakukan yang terbaik”.

For Pipit : Itulah kondisimu sekarang Pit, mungkin saja kamu sekarang sedang tidak berada di puncak, tidak secomplete dulu ataupun hari-hari yang lalu, tapi selalu yakinlah kamu pasti selalu berusaha maksimal dan melakukan yang terbaik di setiap apa yang kamu lakukan. Ingat! Allah melihat prosesnya Pit, bukan hasilnya…karena proses adalah bagian dari perencanaan manusia, dan hasil adalah bagian dari ketetapan Allah Azza Wa Jalla…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s