Sepucuk Surat Dari Kader Yang Baru Mengerti Apa Itu Dakwah…

Ya, file inilah yang saya temukan di Eron(baca:laptop) saya sewaktu liburan lebaran kemarin di Kediri. Saya sampai lupa kalau ternyata pernah membuat surat ini dulu.

Tepatnya 19 Maret 2008, salah seorang ukhti, ukh Firoh, merequest kepada saya tentang bagaimana pendapat saya atas keadaan 4KJ sekarang, ketika itu saya masih Magang di salah satu biro 4KJ, dan setelah beberapa hari, barulah saya memenuhi requestnya, dan jujur ketika membaca kembali surat ini pada 29 September 2008, saya cukup kaget, benarkah dulu saya yang merangkai kata-kata dalam surat ini, beginilah suratnya dan saya harap bagi siapa saja yang membacanya, bisa mengambil hikmah di dalamnya, apapun itu…

Assalamu’alaikum…

Afwan ya ukh, sebelumnya jikalau essay ana ini kurang bagus, ana cuma coba untuk berpendapat sesuai request anti. Pada awalnya, ana masuk UB juga udah berniat untuk masuk rohis kampus, dan Alhamdulillah ana berjumpa dengan FORKALAM ini. FORKALAM di mata ana tu sampai saat ini sungguh sangat luar biasa, terlebih dari segi perjuangannya dalam berdakwah di almamater UB, khususnya MIPA ini. Selain itu, ana juga gembira menemukan FORKALAM karena bagi ana, FORKALAM adalah organisasi islam yang cukup berbeda dari rohis ana sewaktu SMA. Terlebih ketika KriMa, ana mendapat undangan dari FORKALAM yang mengajak ana untuk bergabung menjadi kader, Subhanallah, niat ana untuk ikut FORKALAM pun menjadi semakin kuat dan Alhamdulillah pada saat itu tidak ada aral merintang yang menghalangi ana untuk ikut rangkaian acara PILAR hingga Mabit.

Hmmmmm, berbicara tentang MaBit, ana jadi teringat ketika calon-calon kader yang ada pada saat itu ditanya ingin masuk ke departemen atau biro apa di FORKALAM. Ana menjawab Biro Kaderisasi(BK), dengan alasan, bagi ana mengkaderlah diri sendiri sebelum mengkader orang lain, he he..^_^ alasan yang aneh, tetapi sudah itulah alasan ana.

Jujur, ana sedikit kaget ketika ana diberitahu oleh Ukh Betha kalau saja ana diberi amanah magang menjadi staf BK. Inilah yang membuat ana sedikit teringat pada alasan ana tadi, “Mengkader diri sendiri”. Sesungguhnya ana sadar kekurangan ana sebagai muslimah itu banyak sekali, mulai dari cara berpakaian, berbicara, bersikap, bertingkah laku, berpikir, dan sebagainya. Tetapi ana selalu berusaha untuk selangkah lebih maju dari hari ini dan itulah bentuk usaha ana untuk mengkader diri ana, tarbiyah step by step🙂 Jadi ana sempat berpikir kalau saja ana tidak pantas masuk di bagian BK, tapi seiring dengan waktu, ana sadar kalau ana terpilih di bagian BK juga bukan hanya karena keinginan yang ana sebutkan waktu mabit, tetapi pastinya ada banyak hal yang menjadi pertimbangan para kader yang memilih, dan insyaALLAH, atas amanah ini, ana akan menjalaninya dengan maksimal dan semata-mata karena ALLAH SWT.

Untuk request anti, pendapat ana seperti ini, mungkin ana tidak dapat menjawab jika pertanyaannya “Bagaimana kondisi FORKALAM saat ini?”. Menurut ana, pertanyaan seperti itu meminta ana untuk menjawab keadaan FORKALAM saat ini tetapi bila dibandingkan dengan kondisi FORKALAM sebelumnya. Nah, satu hal inilah yang membuat ana bingung mau jawab apa, karena ana tidak sama sekali mengetahui kondisi FORKALAM sebelum ana hadir di UB. Intinya, ana cuma bisa berpendapat mengenai kondisi FORKALAM saat ini atau semenjak ana resmi menjadi kader FORKALAM.

Kondisi FORKALAM pada saat ini menurut ana terbilang Alhamdulillah baik-baik saja. Semangat juang FORKALAM berdakwah semakin besar terlihat dari dilaksanakannya kajian rutin dan pelaksanaan PILAR II, serta masih banyak proker FORKALAM lainnya. Dari itu semua, sudah terlihat bagaimana kerasnya usaha FORKALAM untuk menjadikan bumi MIPA UB ini menjadi lebih islami dan lebih nyaman untuk berdakwah. Kader-kader FORKALAM juga merupakan orang-orang terpilih, yang insyaALLAH tidak hanya Subhannallah pada organisasi tetapi juga Subhanallah pada perkuliahannya. Sangat terlihat, para kader selalu berusaha keras untuk menyeimbangkan antara dakwah dan kuliah dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Afwan ukh Firo, mungkin itu aja essay ana. Afwan jiddan kalau essay ini malah jadi curhat ana, he he..

Ana selalu berdoa s’moga FORKALAM yang merupakan salah satu dari sekian organisasi islam yang ada di UB, dapat selalu turut serta dalam mempertahankan akhlak islami UB ke depannya. S’moga para kader FORKALAM yang terdahulu, sekarang dan yang akan datang insyaALLAH, senantiasa diberi kekuatan oleh Sang Khalik untuk tetap berjuang dalam dakwah. Amin……………………………

Afwan jiddan, syukron katsiro atas request-nya Ukh, Ahabbakilladzi ahbabtanii lahu (s’moga mencintaimu Zat yang kau mencintaiQ karena-Nya), amin.

Tersenyumlah seperti bintang di kegelapan malam, biarkan esok hanya menjadi rahasia-Nya. Berikan yang terbaik untuk hari ini, karena waktu tak akan kembali.”

Sweet ^_S_M_I_L_E_^ for You, Ukh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s