12 Jam Di Kampus Biru

Ya, begitulah, inilah yang terjadi Senin kemarin. Benar-benar full kuliah…

Sebenarnya saya pun sudah biasa berada di kampus selama 12 jam, seringnya dari jam 6 pagi sampai jam 6 maghrib…itupun diisi tidak hanya kuliah, tapi lebih banyak kegiatan diluar kuliah

Nah, kalau yang kemarin itu sedikit berbeda…

Aktivitas dimulai dengan syuro’ Departemen Sains jam 6.30 hingga 7.30

Lalu praktikum Algoritma dan Struktur Data 1, sebalnya, pas praktikum, assprak(assisten praktikum)nya telat hampir 1 jam, setelah datang, eh, malah ngomongnya gak bisa ngajar karena gak ada modul, haduh, capek deh, ya udah, waktunya dipakai baca biologi persiapan UTS ntar, walaupun gak bisa konsen. Sempat sih melirik dan iri dengan lab sebelah yang belajar, kebetulan yang ngajar saya kenal, saya sempat SMS beliau untuk gabung ikut belajar di kelasnya, tapi sayapun mengurungkan niat, walaupun udah dipersilakan, karena takut mengganggu.

Setelah itu jeda 1 jam lebih saya manfaatkan untuk belajar diperpus bareng Nani dan Eka, kurang konsen sebetulnya, tapi gak apa-apalah, karena Alhamdulillah tempatnya nyaman

Lanjut kuliah Teknik Kompilasi, huuuh, setiap detik penuh ketegangan di dalamnya, apalagi pada saat mempresentasikan tugas kelompok tentang Predictive Parsing Tabel. Ya, soalnya, anak-anak 1 kelas pada gak berhasil semua programnya, berhasilnya cuma sebagian aja, yaitu program First dan Stacknya saja. Ada juga sih yang berhasil program Follow, tapi gagal waktu dieksekusi pada saat presentasi. Fiuwh,,,dapat berapa ya nilainya?

Keluar dari kelas, ketegangan pun ternyata tidak berkurang. Bagaimana tidak, hanya ada jeda waktu setengah jam bonus yang diberikan dosen Biologi Dasar untuk sholat dhuhur yang sebenarnya jeda waktu itu hanya 5 menit (Teknik Kompilasi 11.10-12.55 dan Biologi Dasar 13.00-14.45). Tapi, bersyukur juga sih, karena ada tambahan waktu yang segaknya bisa dipakai untuk bermunajat pada-Nya.

Setelah sholat, hwaaaaaa, dosennya sudah siap di depan kelas, posisi anak-anak pun sudah rapi, lembar jawaban sudah siap di depan…wah, kalang kabut saya, soalnya masih ada 1 hal yang belum saya pelajari, yaitu pembentukan ATP. Tapi, sudahlah, saya pasrah,,,

Ujian pun dimulai, karena dosennya dua, maka ada dua macam sumber pula soalnya dan dua lembar jawabannya. Fiuwh, cukup kaget, kita sekelas ngertinya bahan UTS cuma dari dosen yang kedua, eh, tahunya, dosen pertama juga iya..ketika menjwab soal, rasanya otak terbagi dua, mengingat ajaran dosen pertama dan dosen kedua…OK, saya pun mengerjakan sebisanya, Alhamdulillah materi pembentukan ATP tidak masuk, tapi…banyak materi yang belum sempat saya baca..Alhasil, otak pun kian kerja semakin keras untuk mengingat ajaran Bu Lidya, guru Biologi sewaktu kelas 3 SMA, membayangkan beliau ngajar di depan saya..karena materi tentang pewarisan sifat dan genetika itu didapat di kelas 3 SMA tepatnya semester 2…

Sudahlah, saya sudah nyerah, dominan udah dijawab, walaupun benar tidaknya, saya tidak bisa jamin..

Agenda kuliah terakhir, praktikum Biologi Dasar, hanya 10 menit waktu yang tersisa untuk sholat Ashar..Alhamdulillah, anak-anak masih semangat berjama’ah,,setelah sholat, ternyata anak-anak pada telat juga masuknya, mungkin karena kita semua sudah kelelahan..

Ketika di lab, kami pun mengikuti dengan baik praktikum ini, tapi…anak-anak pada histeris saat dijelaskan proses praktikum yang akan dijalani nanti. ”Ini memang praktikum yang paling sore,” kata asisten yang menjelaskan di depan…What’z, kalau memang kita membutuhkan proses inkubasi selama 30 menit juga aerasi dengan waktu yang sama, belum dengan kegiatan lainnya, ini sih bukan paling sore mbak, tapi paling malam..

Tapi selama praktikum, entah energi apa yang datang dalam diri saya, semangat praktikum muncul, makanya saya mengajukan diri untuk mewakili kelompok praktikum yang di lantai 2, untuk proses pengecekan permeabilitas membran sel beetroot terhadap suhu dan aseton(pelarut lemak). Pada saat menjalani proses yang 30 menit, kami pun mengisi waktu dengan bersenda gurau. Eh, karena tabung reaksi kelompokku yang duluan diberi perlakuan setelah di masukkan dalam water bath, akhirnya paling pertama yang divortex dan disinari cahaya hijau dengan panjang gelombang 535 nm.

Praktikum pun sebentar lagi selesai, eh, ternyata sudah maghrib. Saya sibuk cari permen untuk membatalkan shaum, Alhamdulillah, si Inunk masih menyimpan sebuah permen asam jahe di kantungnya. Permen pun saya bagi dua dengan saudara saya, ukhti Betha, yang juga shaum. Pada saat briefing penutup, ada perdebatan yang cukup memakan waktu lama, yaitu tentang waktu pengumpulan laporan, awalnya diminta besok siang kumpulnya dengan catatan jawaban dari pertanyaan soal yang dijawab, harus dengan daftar pustakanya, tidak boleh jawaban dari asisten. ”Waduh, kapan nyari bukunya,” protes kami. Akhirnya diundur hingga deal-nya Jumat siang.

Praktikum finish jam 6 lewat dikit, segera ke MNI untuk sholat Maghrib dan Alhamdulillah masih bisa berjama’ah lagi..Pulang dari kampus sendirian karena anak-anak banyak yang lebih memilih sholat di luar kampus.

Sesampainya di kamar, setelah melakukan segala hal yang wajib dilakukan, jiwa pun telah mengajakku ke alam sadar, hingga…………

Fiuwh, benar-benar KO!!!

Hasbunallah wa ni’mal wakiil…

Created : 28082008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s