Terjawab Sudah…

Ya, sesuai dengan judulnya, akhirnya saya telah mendapatkan jawabannya…

Apa yang harus saya lakukan terhadap perbuatan beliau yang melepaskan tanggung jawabnya begitu saja? Saya pun mendapat jawabannya dari sebuah artikel oase iman yang kurang lebih pertanyaannya sama dengan yang saya tanyakan…

Dan inilah jawabannya…

Ketika Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik kepada orang tua, tidak disyaratkan sifat orangtua itu harus yang begini atau begitu. Perintahnya bersifat universal dan mencakup semua keadaan orang tua, bahkan jika orang tua itu kafir sekalipun. Berbuat baik adalah sesuatu yang bersifat standar dan umum.

Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS An-Nisa: 36)

Sebab berbuat baik itu ciri seorang muslim ketika bergaul dengan siapa pun. Bahkan dengan Firaun sekalipun, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa untuk berdakwah dengan cara yang lembut. Padahal kekafiran Fir’aun itu sudah muttafaqun ‘alaihi, artinya semua kalangan sepakat atas kedurjanaannya. Namun tetap saja Allah SWT memerintahkan Musa untuk berdakwah dengan cara yang lemah lembut.

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS Thaha: 43-44).

Kalau dengan Fir’aun yang jelas-jelas keangkaramurkaannya tetap diperintahkan untuk berlaku lemah lembut, apatah lagi dengan orang tua kita sendiri. Sejahat apapun dia atau sealpa apapun di masa lalunya, tetap sajalah dia adalah makhluq Allah SWT yang harus kita gauli dengan lemah lembut. Sebab biar bagaimana pun orang tua tetaplah orang tua. Darah dan daging yang anda miliki itu adalah titisan darinya. Dan biar bagaimana pun dia adalah salah satu perantaraan Allah SWT dalam menciptakan diri anda. Tanpanya, anda tak pernah ada, betul kan?

Maka kembalikan saja semua urusan kepada Allah SWT. Sehingga jadikan perbuatan baik anda kepada orang tua sebagai ibadah. Karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berbuat baik. Insya Allah sedikit demi sedikit hati anda akan dilapangkan-Nya serta dijadikan untuk bisa mengerti nilai-nilai keluhuran yang ternyata jauh lebih mulia dari sekedar sakit hati dan balas dendam.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab

Ya Allah, hanya Engkau yang tahu betapa rindunya hamba pada beliau…Beliau yang hingga kini tidak memberikan kabar apapun, hingga saya hamba pun tak tahu di mana beliau berpijak hari ini, bagaimana kabar beliau, apa yang sedang dilakukan beliau, dan kenapa beliau melupakan tanggal millad saya beberapa waktu lalu…

Ya Allah, hanya doa yang bisa kupanjatkan teruntuk orang terkasih setelah bunda, walaupun sebenarnya beliaulah yang memutus tali silaturrahim ini pada hamba… Ya Allah, jagalah beliau dan semoga senantiasa Engkau mencurahkan kasih sayang dan memberikan perlindungan pada diri beliau di tempat nan jauh sana…

Ya Allah, dengarkanlah doa seorang anak yang lemah ini…….

One thought on “Terjawab Sudah…

  1. Dan didalam hati setiap Ayah akan selalu ada ruang kasih sayang untuk Anak2 Perempuannya,banyak berdo’a aja supaya dimudahkan dalam setiap hal🙂. Toh yang tau apa yang sebenarnya terjadi hanya beliau dan Alloh saja pit🙂 tetep optimis aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s