Aksi Pertamaku ;)

Ya, inilah aksi pertamaku, aksi yang mendadak pemberitahuannya (jarkom baru nyampe semalam jam 10).

Hari ini, 6 Juli 2008, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pilkada mengadakan aksi simpatik yang bertempat di bundaran Tugu Malang. Kami terdiri dari EM(Eksekutif Mahasiswa) Universitas Brawijaya(UB), Politeknik Negeri Malang(Polinema), dan Universitas Kanjuruhan(UK) bersama KAMMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Malang. Aksi damai ini bertujuan untuk menyeru kepada masyarakat Malang untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Malang nanti 23 Juli 2008.

Bila kita sadari, telah banyak kebobrokan Kota Malang selama kepengurusan walikota lama(selama ini).

Katanya Malang Kota Ijo Royo-Royo? Tapi kok Malang sekarang sudah terkena banjir.

Katanya Malang Kota Pendidikan? Tapi kok presentase ketidaklulusan tahun 2008 ini mencapai hingga 12% lebih dan ini membuat Malang berada dalama urutan ke 36 dari 38 kodya/kabupaten se-Jawa Timur.

Dua hal inilah yang kami soroti dalam aksi ini.

Kota Malang telah terpleset menjadi Kota Ruko-Ruko. Hal ini terbukti dengan apa yang kita lihat sekarang. Setiap rumah di wilayah tertentu berubah wujud menjadi ruko, sehingga persaingan ekonomi pun semakin terlihat. Pembangunan mall MOG juga memiliki dampak mengurangi daerah resapan air Kota Malang, khususnya wilayah Kecamatan Klojen. Suasana Kota Malang yang hijaupun semakin hari semakin hilang dari pandangan. Suasana hijau tergantikan dengan gedung-gedung yang berdiri mewah. Hal inilah yang membuat Kota Malang mudah saja terkena banjir.

Pendidikan di Kota Malang pun bila kita soroti banyak memiliki kesalahan. Dari segi biaya, pendidikan di Kota Malang terbagi menjadi kelas-kelas sehingga hal ini semakin membuka lebar-lebar kesenjangan sosial di dunia pendidikan. Hal yang paling memalukan adalah masalah ketidaklulusan tahun ini sepeeti yang tertera di atas. Bagaimana bisa kota yang mencanangkan dirinya sebagai Kota Pendidikan dengan alasan tingkat jumlah sekolah dan perguruan tinggi banyak, bisa menempati urutan ketiga terakhir untuk tingkat ketidaklulusan paling sedikit se-Jawa Timur. Terlebih lagi, Kota Malang berinisiatif meningkatkan menjadi Kota Pendidikan Internasional. Pantaskah?

Pelaksanaan aksi kami ini berbarengan dengan pelaksanaan debat terbuka para calon pasangan Walikota dan wakilnya yang bertempat di DPRD Malang, masih sekitar tugu. Awalnya, aksi ini ingin kami lakukan tepat di depan gedung DPRD, namun aparat keamanan menolak dan meminta dengan baik untuk membatasi wilayah aksi kami. Akhirnya, kami tetap melaksanakan aksi di depan SMA tugu(SMAN 1 Malang) saja.

Aksi ini sebenarnya sudah kami adakan sebelum dimulai acara debat terbuka tersebut. Ketika sebelum acara, kami dapat melakukan aksi dengan baik. Istilahnya, keberadaan kami dihormati oleh orang-orang yang ada di situ termasuk aparat keamanan. Kami menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa berkali-kali sambil mengangkat tangan kanan ke atas. Inilah lagu-lagu aksi kami :

Dalam menyanyikan lagu, kami selingi dengan orasi dari wakil-wakil kami, antara lain dari Menteri PSDM, Menteri Sosial, wakil dari BEM Fakultas THP UB, BEM Polinema, dan BEM Kanjuruhan. Orasi-oransi inilah yang membuat kami semakin semangat dan semakin menunjukkan bahwa inilah suara kami, suara mahasiswa yang mewakili rakyat.

Semakin waktu, suasana di sekitar tugu semakin ramai. Wartawan yang meliput keadaan ini pun semakin banyak. Selain itu, masyarakat pendukung dari walikota lama semakin bertambah saja, hingga sangat jelas terlihat bahwa dominan masyarakat yang datang berasal dari satu golongan.

Sayangnya, suasana inilah yang menghambat aksi kita. Wilayah aksi kita semakin dipersempit. Awalnya kami semua bisa berbaris memanjang semuanya, namun lama-kelamaan kita merapat dan akhirnya menjadi 3 baris (2 baris putra di depan, 1 baris putri di belakang). Wilayah kami dipersempit dengan alasan untuk tempat parkir kendaraan-kendaraan yang datang.

Yang membuat kami geram adalah hadirnya sebuah mobil pemadam kebakaran berukuran mini (seperti truk mini) dengan warna yang tentu saja sama dengan warna partai dari pendukung yang dominan hadir tersebut. Mobil itu berhenti di samping kanan kami dan membunyikan suara sirine yang sangat keras. Suara kita pun akhirnya tenggelam.

Saat itu, ada seorang wartawan yang bertanya kepada salah satu dari anggota kami yang putri, “Dibayar berapa ikut kayak ginian?”. Otomatis teman kami yang ditanya ini sangat kesal hingga menjawab pertanyaan ini dengan sedikit emosi. Sungguh aneh wartawan ini. Dia melontarkan pertanyaan yang salah sasaran. Harusnya pertanyaan itu dilayangkan kepada masyarakat pendukung yang dominan itu, “Kalian dibayar berapa untuk mendukung calon ini?”.

Tidak cuma itu, mobil tadi pindah di sebelah kiri, lalu datanglah satu mobil lagi(mobil kijang) yang berhenti di tempat mobil yang pertama. Mobil ini memutar lagu-lagu kampanye mereka yang beriramakan lagu-lagu Jawa, tentunya dengan volume yang keras. Kami pun yang menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika mengakhiri orasi dari Menteri Sosial, sangat tidak dihargai. Mereka sudah tidak menganggap lagu negara tercinta kita ini.

Lama-kelamaan mobil itu menghentikan lagu-lagunya dan menggantinya dengan suara berisik seperti suara kaset rusak ataupun suara radio rusak. Inilah yang membuat kami heran, apa maksud dari ini semua. Mobil dengan mendengungkan suara berisik yang sangat aneh dan tidak jelas itu seolah-olah ingin menutupi suara kami sehingga sama sekali tidak terdengar oleh orang-orang yang ada di sekitar kami. Tindakan yang sangat kekanak-kanakan. Kami yakin, para kuli tinta yang hadir di situ mengerti apa maksud dari tindakan para pendukung dominan ini.

Dua orang wakil dari BEM UK sempat meminta pada seorang personil keamanan yang bukan dari aparat kepolisian, untuk meminta menghentikan suara dari mobil berisik itu. Namun, dengan sangat kecewa dua teman seperjuangan kami ini hanya dijawab dengan kata-kata, “Gak wani, mas! (Gak berani, mas!).

Tampaknya, situasi pun semakin memanas karena kami merasa terkepung dan sengaja untuk dikepung. Hingga akhirnya, entah itu atas inisiatif siapa, kami para putri dipulangkan lebih dulu dengan menggunakan mobil polisi. Jujur, kami sedih kenapa harus seperti ini. Perjuangan kami pun dilanjutkan hanya dengan kaum putra.

Inilah gambaran tindakan politik yang kotor dan tidak bermoral. Kami yakin bahwa mereka yang didukung ini sangat takut dengan kami, para mahasiswa yang bisa dengan mudah menggulingkan mereka. Siapa yang tidak ingat, ketika reformasi, presiden Indonesia yang sudah menjabat 32 tahun yang telah memiliki kekuatan politik yang kuat, bisa jatuh begitu saja di hadapan teman-teman seperjuangan kami pada tahun 1998. Tentu saja, itu tidak terlepas atas bantuan Yang Maha Esa!

Pastinya, mereka ingin membungkam kita, mereka tidak akan mungkin membiarkan kita bisa beraksi dengan bebas mengkritisi mereka. Keadaan yang sangat memprihatinkan atas gambaran pemimpin kita. Mereka tidak berani untuk dikritisi, padahal mereka sudah sangat melenceng/melanggar dari kepemimpinan mereka. Dasar para politisi yang busuk!!!

Oleh karena itu, kami memohon dengan sangat kepada para warga, termasuk mahasiswa yang memiliki KTP Malang, yang mempunyai hak suara untuk memilih di Pilkada Kota Malang, agar memilih pilihan calon Walikotanya dengan hati. Kami sangat mengharapkan Anda semua tidak tertipu dengan “Penipu” yang menggambarkan dirinya seorang Angel di saat kampanye namun menjadi Devil setelahnya.

Ingat! Jangan sampai kenyang sesaat, tapi lapar 5 tahun ke depan!!!

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!

Laa haula wala quwwata illa billah..ya Allah, sangat jelas kezaliman di sekitar hamba..berilah kesabaran dan kekuatan untuk menghapus kezaliman yang merajalela itu…

Hanya dengan kekuatan-Mu lah ya Allah…

=== 9 Juli 2008. Untuk membaca artikel selengkapnya yang telah diedit dengan bahasa jurnalis yang lebih oke (karya duo “P”😉, silakan klik disini===

7 thoughts on “Aksi Pertamaku ;)

  1. sesungguhnya lebih banyak hal yang lebih baik dilakukan oleh seorang wanita muslimah daripada teriak teriak di jalan, lebih banyak media komunikasi publik yang lebih efektif dan tepat sasaran bagi seorang muslimah. Walaupun di tekan di kepung atau di intimidasi semangat tidak boleh surut tapi tetap di salurkan lewat jalan yang lebih baik, saya yakin pipit bisa kalau pipit mau belajar

  2. terima kasih buat kakekku…
    yupz…memank lebih baik seperti itu,tapi insyaALLAH teriakan kami para muslimah mewakili suara para muslimah lainnya…
    insya ALLAH pipit akan selalu belajar apapun itu yang bisa memajukan n menjadikan diri pipit lebih baik😉

  3. assalamualaikum wr. wb.

    saya alumni fmipa unibraw. saya dulu aktif di forkalam fmipa unibraw, kammi, dan dpd pk. sekarang saya tinggal di depok. senang sekali bisa silaturahim dengan rekan seperjuangan. semoga forkalam dan dakwah di malang tetap bergelora. salam perjuangan!

  4. pit, tulisannya lumayan bagus tapi lbh bagus lagi namaku yg di blogroll diganti daripada i’am ubes, wong benernya tuh iam ubcs, ok, semangat n tetep rock!

  5. comment back :
    from alumni : kabar forkalam alhamdulillah, masih selalu mendapat tantangan dakwah di fakultasnya…kondisi berdakwah yang ideal kan bukan berada dalam zona yang aman…

    iam : halah, gak pake ubah2 lah… thx atas commentnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s