Yanti, Luar Biasa Dirimu, Dik!

Ya, mungkin itulah judul yang sangat pantas aku tanggalkan pada adikku Yanti ini. Adik baru ketemu gede, istilahnya seperti itu, pada awalnya dititipkan oleh Wayan, mantan adik kelas dan adik PMR yang cukup dekat namun dia pindah ke Palangkaraya. Singkat cerita, si Yanti adikku ini adalah temen kelas Wayan yang dia itu lulus PSB di UB jurusan Teknik Elekto. Si Wayan pun menitipkan adikku Yanti ini pada saya. Disalah satu ucapan Wayan ketika saya chatting sama dia adalah : “Karena dia sedikit slengean klo pake baju, makanya saya titipkan ke kak Pipit”. Subhanallah, kalau saya kutip dari kata-kata itu, si Wayan berpikir bahwa dengan menitipkan adikku Yanti pada saya akan bisa membuat Yanti lebih baik, bisa memperbaiki cara berpakaiannya, perilaku, dan sebagainya. Wauw, satu amanah lagi yang saya terima.

Adikku Yanti pun pernah menelpon saya sekali ketika dia belum pengumuman kelulusan tetapi sudah menerima pemberitahuan lulus PSB di UB. Mungkin ini salah satu kebiasaan jelekku. Saya sering mengira-ngira bentuk orang seperti apa dari suaranya. Dan inilah yang saya lakukan terhadap adikku Yanti. Hingga ketika mendapat alamat FS-nya dan hendak meng-add dia. Sejenak saya sedikit kaget dengan fotonya yang dipajang di FS. Cantik dan manis sekali adikku Yanti. Ketika itu dia sudah berada di Sidoarjo. Kita sempat ngobrol dari jam 12 hingga jam setengah 3 subuh. Ya kita pakai operator yang sama dan gratis jika ngobrol jam segitu. Banyak sekali yang kita obrolkan.

Tepat tanggal 28 Juni, adikku Yanti sudah tiba di Malang. Namun kita bisa bertemu keesokan harinya, Ahad, setelah aku pulang dari Koran Pendidikan (pertemuan dengan KOLAM-Komunitas Linux Arek Malang), bersama Endah. Saya dan Endah menjemputnya di depan gang Kerto Leksono depan UIN. Setengah jam lebih kita menunggunya dengan penuh kecemasan, karena ketika dihubungi tidak dijawab-jawab. Kita takut sekali dia kesasar atau ada apa-apa. Ternyata Alhamdulillah, dengan penuh perjuangan adikku Yanti datang dan kita pun saling berkenalan. Aneh sih awalnya, karena saya melihat suatu perbedaan lagi dari apa yang saya lihat fotonya dengan aslinya, hehehe..maaf ya dek, kakak jahat banget nilai kamu pada awalnya. Tapi senengnya adikku Yanti asyik diajak ngobrol. Saya langsung mengajak dia keliling UB, cepat sih, gak sampe setengah jam, tapi Alhamdulillah puas. Adikku Yanti juga saya kenalin ke beberapa anak 4KJ yang lagi syuro waktu itu. Oh iya, saya lupa, tempat yang pertama kali saya kenalkan di UB adalah MNI(Musholla Nurul Ilmu) tercinta. Adikku Yanti senang banget keliatannya. Tapi malam itu dia belum nginep di kostku, barangnya masih disimpan di kost kakak temannya di daerah Ambarawa dekat UM.

Esok harinya dia baru membawa barang-barangnya ke kostan, tapi saya meninggalkannya karena saya lagi sibuk sama kegiatan SamBa (Sambut Mahasisba Baru) PSB. Akhirnya dia pun seharian di kost temannya yang masih akan ikut SNMPTN di dareh Kerto Waluyo hingga malamnya pun dia telepon kalau dia nginep saja di kost temannya itu karena sudah malam dan tidak berani pulang sendiri. Apa mau dikata, saya pun mengizinkannya dengan ½ hati karena was-was kalau dia nginep di situ.

Tanggal 1 juli, dia pun back to kostku, walaupun saya ke kampus duluan. Dia nyusul saya untuk mengambil kunci. Saya 1 hari di kampus hingga memang benar-benar gak bisa menemaninya untuk jalan-jalan dan cari kost. Alhamdulillah dia berinisiatif dan melakukannya sendiri. Malamnya, adikku Yanti pun mengatakan, “Akhirnya ya Kak, aku bisa bobo dengan Kakak”. Duh, respon yang sangat polos sekali, adikku🙂 . Kita pun sengaja tidur cepat untuk persiapan pendaftaran ulang bagi dia dan acara SamBa bagi saya.

Acara SamBa pun berjalan, namun satu yang tidak kita duga bahwa pendamping tidak boleh dan tidak bisa masuk ke dalam. Duh, rencana syuro gagal total. Akhirnya kita melaksanakan plan B dan C. Alhamdulillah bisa dibilang 50% berhasil.

Oh ya, back to adikku Yanti, dia akhirnya bertemu dengan teman sesama TE anak Tangerang. Dia pun diajak jalan ke kost temannya yang ternyata di Griya Hendar, kost-kostan yang sangat besar dengan total 92 kamar di daerah Terusan Cikampek. Ya, ini adalah tempatku tinggal sementara selama saya ORDIK-ORMAWA (OSPEK yang berubah wujud namanya dan pelaksanaannya yang semakin aneh). Maklumlah, kemarin itu saya nebeng sama ukhti Deasy, teman Ilkom dari Balikpapan, soalnya masih kost di Gajah Mada dekat Tugu Malang (Upppzt..kok jadi curhat setahun yang lalu sih?? ><)

Back to again, sesampainya di kostanku, setelah saya sholat isya’, inilah yang membuat saya tidak pernah lupa akan sharing dan diskusiku bersamanya. Inilah yang saya rasakan tadi malam. Berawal dari kita sharing biasa tentang registrasi PSB tadi dan saya pun menceritakan sedikit tentang Motivation Training oleh Ust. Arief Alamsyah kemarin sore yang dia tidak bisa ikuti. Terus…sharing n diskusi kita semakin jauh…

Dan jauhnya itu adalah berarah ke dunia Islam. Subhanallah, satu pelajaran lagi yang saya ambil adalah don’t judge the book by the cover. Saya gak nyangka orang yang tampaknya sepolos Yanti mempunyai pengetahuan Islam dan keberanian dalam memperjuangkan Islam sangat besar.

Dia bercerita bahwa di Palangkaraya, kaum Muslim adalah kaum minoritas dan mayoritasnya adalah Nasrani. Hingga apa yang terjadi di sana? Adikku Yanti curhat kalau dia sering sekali saling bertanya dan terkadang adu pendapat bersama teman-temannya yang non Islam. Dan saya pun semakin kaget ketika dia menceritakan bahwa yang sering diperdebatkan adalah masalah deskripsi siapa Tuhan itu dalam pandangan Islam dan Nasrani. Astaghfirullah, persoalan seperti ini tidak gampang dan sangat sakral. Bisa-bisa jika kita salah, kita sendiri yang terjebak dengan jawaban yang kita berikan. Tapi Alhamdulillah, adikku Yanti selalu menjawab dan memosisikan dirinya yang benar ketika dia dihadang oleh pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Tapi, di antara semua perdebatannya, dia mengatakan bahwa dia paling malu ketika ditanya tentang masalah pemberontakan FPI terhadap Jama’ah Ahmadiyah. Kenapa? Karena adikku Yanti tidak tahu mesti menjawab apa dan alasan seperti apa. Dia ditanya seperti ini oleh 2 temannya yang nonIs itu, “Yant, kenapa sih Islam seperti itu? Kok kalian sesama tetapi malah kacau? Coba deh, kamu pernah gak lihat dari agama kami saling bertengkar? Gak kan?! Karena Tuhan kami mengajarkan untuk hidup dalam cinta damai dan kasih sayang”. Saat itu, sedihlah hatinya tidak bisa menjawab sepenuhnya, dan adikku Yanti hanya menjawab bahwa isu pemberontakan itu adalah salah satu bentuk tindakan mengadu domba antar muslim. Isu ini sengaja digemborkan untuk menutupi isu kenaikan harga BBM yang sangat merisaukan warga. Namun, setelah ada berita ini, berita BBM pun hilang seketika. Aneh kan?! Jadi ini adalah salah satu macam perpolitikkan untuk menghancurkan Islam. Untuk yang lainnya, karena dia memang gak ngerti, jadi dia jawabnya juga gak tahu.

Oh ya, dia bersahabat dengan seorang Protestan. Dan, ketika temannya itu melihat adikku Yanti diam memikirkan jawaban dari pertanyaan teman-temannya yang menjatuhkan tadi, sang teman ini pun menenangkan Yanti dengan mengatakan, “Aku yakin, ajaran Islam itu baik, yang membuat tidak baik karena orang-orangnya saja, bukan karena Islamnya yang jelek. Orangtuaku juga mengatakan bahwa Islam itu lho baik”. Jawaban inilah yang membuat hati adikku Yanti sedikit tenang atas perdebatannya tadi.

Adikku Yanti juga bercerita kalau dia sudah puas nakanl waktu SMP. Maksudnya, selama di SMP dia termasuk bergaul dengan bebas. Dia sangat mengerti akan dunia malam. Dia pernah berkali-kali ditawarkan obar-obatan, shabu-shabu, ganja, miras, dll. Dia juga sering melihat orang yang ciuman, bergaul bebas, dsb. Tapi, dia sangat bersyukur kalau dia masih tetap terpagari. Hingga ketika dia SMA diajak bergaul ke tempat-tempat seperti itu, adikku Yanti hanya mengatakan, “Aku sudah bosan ke tempat gituan. Sudah malas, gak ada gunanya.”. Lalu yang aku katakan dari apa yang kudengar tentang hal ini adalah, “Dek, kakak merasa kecil di hadapanmu”. Subhanallah, belum tentu saya bisa seperti dia dan bertahan seperti dia ketika berada di lingkungan seperti ini dengan frekuensi yang sangat tinggi. Tantangan hidup yang berat!!!

Adikku Yanti memang belum menutup auratnya secara sempurna. Katanya dia juga masih dilarang sama Papanya karena kalau dia pakai jilbab sekarang, takutnya masih suka buka pasang. Dia mengatakan kalau dia ingin banget masuk Rohis nanti pas kuliah, karena dia ingin mendalami ilmu Islam. Dia cinta sama Rohis karena pengalamannya ikut di Rohis SMA dia selalu merasa senang dan tenang ketika bersama kakak-kakak di Rohisnya. Katanya, kakak-kakak Rohis tidak pernah menegur secara langsung atau melarang secara langsung bila dia dan teman-teman di Rohis melakukan suatu yang salah. Kakak-kakak itu hanya menunjukkan bahwa ini salah tapi dengan cara mengungkapkan sisi negatifnya akibat jika melakukan itu. Pokoknya kata adikku Yanti, kerenlah caranya kakak-kakak di Rohisnya mendidik kita.

Dan dari sharingku yang panjang hingga jam setengah 1 malam, saya mengakhiri dengan mengutip kata-katanya yang sangat indah seperti ini, “Aku itu kak, kenapa aku ingin mendalami pengetahuanku dalam Islam, itu karena aku ingin ketika aku punya anak, si anakku itu gak hanya membanggakan diriku karena ilmu yang aku punya, tetapi karena ajaran dan pengetahuan agama yang aku miliki dan aku ajarkan kepadanya. Toh, yang lebih penting kan agama daripada ilmu.”

Tafadhol, anda semua yang membacanya bisa mengomentari sendiri bagaimanakah adikku Yanti ini…Subhanallah, Maha Indah ALLAH dengan skenarionya mempertemukanku pada adikku Yanti. Terima kasih ya ALLAH, atas karunia dan kenikmatan yang Kau berikan pada diriku…Semoga saya selalu bisa mengambil setiap pelajaran di setiap detik perjalanan hidupku.

===3 Juli 2008, adikku Yanti sebentar sore mau balik dulu ke Sidoarjo. Oya, UAS Matematika Diskrit nih besok, belum belajar. Hikz..hari ini planningku yang jalan cuma Evaluasi Samba. Planning belajar Linux dan ikut lomba mendekor nasi goreng di EM batal semua…Hikz..Kayaknya aku emank ditakdirkan untuk belajar buat UAS besok, hihihi====

2 thoughts on “Yanti, Luar Biasa Dirimu, Dik!

  1. Wa’alaikumsalam
    gpp..boleh2 aja kok sering2 comment, malah pipit semakin senang🙂

    dia emank mau ikut SKI dulu, tapi untuk LQ mungkin belom ukhti..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s