Salon Yang “Aneh”

Ya, itulah tempat yang saya kunjungi tadi siang. Berawal dari rasa ingin saya untuk memotong rambut karena sudah merasa gerah, kebetulan saya juga mendapat voucher diskon 50% perawatan di salon muslimah Aura yang tempatnya cukup jauh dari kost. Akhirnya, pukul 10.30, saya dan Rahmi(teman ilkom) ke sana setelah kita sarapan bareng di warung yang sama dengan tempat kita makan semalam. Rahmi juga berencana untuk potong rambut.

Setelah tiba di sana, saya pun memberitahukan bahwa mau potong rambut dan saya mendapat voucher diskon. Mbaknya cuma 1 dan orangnya ramah banget, ya iyalah, kita sesama ikhwah, harus ramah. Saya pun memilih perawatan yaitu potong+cuci+creambath anti dandruf. Ya, secara rambutku jarang terawat karena aktivitas yang cukup memakan sebagian besar waktuku.

Mulailah perawatan dilakukan yang diawali dengan cuci rambut. Kami pun berkenalan. Namanya ternyata mbak Zahra, dia lulusan D2 Sastra Arab di UnMuh Malang. Namun dia mau melanjutkan studi ke Poltekes mengambil pilihan Kebidanan. Dia pun minta do’a kepada saya dan Rahmi karena ujiannya tidak lama lagi. Oh ya, sebelumnya, ketika saya mau menggantungkan jilbab, saya melihat jaket KAMMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) tergantung di dinding. Hmmm..saya pun mengambil kesimpulan pasti mbak ini termasuk anggotanya. Dan ternyata betul, ketika session potong rambut, dia menanyakan apakah saya juga anggota KAMMI. Saya pun menjawab kalau DM KAMMI kemarin tidak sempat saya ikuti karena sedang sibuk pada kuliah dan kegiatan seminar kewirausahaan. Saya pun juga bercerita bahwa beberapa teman(Wilda, Endah, dan Betha) membatalkan ikut DM juga dengan alasan yang sama dengan saya walaupun bedanya mereka telah mendaftar dan telah ikut pra DM.

Salon Aura ini memang baru saya kenal, padahal daerahnya sudah sering saya lalui. Ternyata salon ini cukup laris, terbukti dengan banyak pelanggan yang datang untuk membeli produk kecantikan muslimah Zahra dan bertanya tentang jasa rias pengantin. Oh ya, salon ini juga menjadi distributor produk Zahra karena tergabung dalam Ahad.Net. Akibatnya, pada saat proses perawatan, baik pada saat giliran saya dan Rahmi, mbaknya beberapa kali izin untuk melayani pelanggan yang datang.

Lalu dimanakah letak ke”aneh”annya???

Nah, di sinilah, salon ini bagi saya cukup istimewa dan baru pertama kali saya temukan seumur hidup. Selama proses perawatan, saya dan Rahmi merasa banyak mendapat pelajaran mahal. Ya, kita berdua sharing sama mbak Zahra mengenai berbagai hal yang tentunya berhubungan erat dengan ilmu islam. Subhanallah, berani saya katakan bahwa materi dan pelajaran berharga yang saya dapat sebanding dengan 2 kali Liqo’at yang saya ikuti bahkan lebih dan hampir sebanding dengan 1 kajian besar. Kenapa? Karena masalah-masalah yang disharingkan adalah masalah yang sangat erat dalam kehidupan sehari-hari dan Alhamdulillah, jawaban yang diberikan mbaknya sangat mengena dan insya Allah tepat.

Masalah yang disharingkan antara lain mengenai ta’aruf, proses pernikahan, jilbab, muhrim dan bukan muhrim, keluarga, hingga tentang bagaimana yahudi merusak islam dengan strateginya yang sangat cerdas.

Sedikit membahas mengenai masalah yang terakhir, yaitu tentang gambaran kaum muslimin saat ini. Bangsa Yahudi dengan cerdasnya berstrategi seperti ini : “Untuk menghacurkan islam, kita tidak perlu memurtadkan mereka dari agamanya. Cukup dengan cara kita mengubah Tuhan mereka dengan segala sesuatu yang akan membuat mereka menyenangkan, antara lain 3F, Food, Fun, dan Fashion”. Hal ini bila kita renungi akan membuat kita sadar bahwa selama ini kita diserang secara sembunyi-sembunyi hanya dari 3 penjuru ini yang bagaikan musuh dalam selimut. Dan siapa sangka, 3F yang dominan selama ini kita rasakan adalah senjata yang paling kuat bagi mereka untuk merusak kita. Kita pun tidak sadar, ketika kita membeli produk-produk yang mencakup 3F ini, kita sudah berkontribusi dalam membantu visi misi mereka yang sangat jahannam itu karena berapa persen dari uang yang kita setor dimasukkan ke dalam kas besar mereka yang khusus disediakan untuk menghancurkan kita. Inilah yang membuat saya semakin sadar betapa banyak uang yang saya setor untuk membantu mereka, para zionis licik. Bila didaftar, betapa banyak produk Yahudi yang saya pakai seumur hidup saya, Astaghfirullah, semoga saya bisa hijrah secara perlahan tiap-tiap produk Yahudi ke produk islam yang halal thayib. Ya begitulah, bangsa Yahudi sesat dengan kepintaran mereka dan bangsa Nasrani sesat dengan kebodohan mereka.

Masalah ta’aruf juga menjadi masalah yang cukup lama kami sharingkan. Sebenarnya, si Rahmi-lah yang memulai masalah ini ketika giliran perawatannya. Saya pun cukup isin jika membicarakan masalah ini secara terbuka, apalagi ketika itu, ada 2 orang pelanggan, ikhwah pula tentunya yang sedang melihat daftar perawatan rias pengantin. Ya Allah, apa ya yang mereka pikirkan ketika mendengar begitu asyik dan terbukanya mbak Zahra dan Rahmi bercerita tentang ta’aruf dan pengalaman orang-orang dalam berta’aruf. Namun, walaupun begitu, akhirnya saya ikut terpancing juga untuk membicarakan masalah yang cukup sakral ini dalam dunia perikhwahan. Ujung-ujungnya, masalah ini pasti berakhir dengan masalah pernikahan, keluarga, muhrim dan bukan muhrim.

Melanjutkan masalah keluarga, muhrim dan bukan muhrim, sayapun curhat mengenai keadaan keluarga saya. Sebagai orang yang sudah cukup fahim dengan masalah islam(insya Allah), saya merasa cukup memegang beban tanggungan yang berat untuk berdakwah dalam keluarga, karena banyak masalah yang merintanginya. Masalah itu antara lain, ibu saya yang belum menutup auratnya dengan sempurna, pengetahuan kakak yang terkadang perlu dibenarkan(afwan ya mbak Put, kalau saya ego membicarakan hal ini), sikap ayah yang tidak mencerminkan sosok seorang ayah, kedua adik yang masih perlu dibimbing intensif dalam mengenal agamanya, dan keluarga baik di Kendari, Kediri, dan tentunya di Malang ini yang tingkat kefahimannya masih kurang, dan kalaupun sudah fahim, juga tetap sedikit melenceng (Ya Allah, ihdinash shiraatal mustaqiim). Untuk soal ayah, saya tidak menceritakannya.

Mbak Zahra mengatakan cukuplah kamu beristiqomah dan berdo’a agar mereka semua diberi jalan oleh Sang Pembolak-balik hati, namu saya tetap berusaha memfahimkan sedikit demi sedikit kepada yang terdekat keberadaannya denganku. Ya, kakakkulah yang dimaksud beserta keluarga di Malang. Sayapun bercerita tentang keadaan rumah di Malang yang dalamnya ada 2 orang sepupu laki-laki dan paman yang tidak berhubungan darah langsung yang notabenenya mereka itu adalah bukan muhrim, sehingga seharusnya dan sewajibnya saya harus tetap memakai jilbab ketika berada dalam rumah. Ya Allah, begitu berat cobaanmu, benar apa yang Engkau firmankan, tidak berimanlah seseorang sebelum dia diuji dalam hidupnya. Inilah salah satu ujian terberat saya. Saya tidak tahu harus memulai dari mana untuk melakukan perubahan “drastis” ini. (Berilah petunjuk-Mu ya Allah). Mbak Zahra cuma mengatakan sebenarnya belum terbiasa saja, dan saya pun belum coba, beginilah kalau niat baik, yang akan menjadi hal yang diincar oleh setan untuk diputarbalikkan. Oh ya, untuk masalah ibu dan kakak, solusinya selain berdo’a adalah saya harus semakin mendekatkan diri dengan mereka berdua. Itulah kuncinya insya Allah.

Cukup jauh dan lama petualangan berbagi ilmuku bersama Rahmi dan Mbak Zahra, “sang Murabbi mendadak” hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 14.30. Perawatan pun semuanya sudah selesai. Total yang saya bayar Rp 21.400 untuk biaya perawatan + pelembab wajah produk Zahra yang akan menyingkirkan pelembab P***S yang selama ini saya pakai, insya Allah akan hijrah secepatnya ke produk kecantikan yang HALAL ini. Namun, hanya dengan uang segitu, saya tidak hanya mendapatkan kepuasan sebagai pelanggan atas perawatannya, tetapi juga ilmu mulia nan berharga atas sharingnya. Pengalaman yang tak terlupakan untuk menjadi Mutarabbi mendadak di salon yang “Aneh” ini. Salam buat mbak Zahra, jazakillah khoir katsir. Buat Rahmi, semangat ya atas niatanmu untuk LQ, insya Allah niatmu bisa secepatnya terkabulkan.

* ikhwah = persaudaraan

* afwan = maaf

* murabbi = pendidik

* mutarabbi = yang dididik

* fahim = paham; mengerti

* Ya Allah, ihdinash shiraatal mustaqiim = Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus(QS. Al Fatihah:6)

=======18 Juni 2008, di tengah-tengah minggu tenang UAS, kok sempat ya Pipit ke salon?? He..13X,,sekali-sekali kan gak papa..😉 ============

13 thoughts on “Salon Yang “Aneh”

  1. Assalamu’alaikum ukhti ….
    Mhhh sedang ngebahas ghozoel fikri yah……
    dulu punya niat boikot produk nasrani mpek beli sepaket wardah punya ahad net,,, tpi gak bertahan lama trus balik lagi,,,😦

    Btw mau donk cekali2 diajak kesalonnya mbk zarah …🙂

  2. Wa’alaikumsalam…

    iya nih, tapi kita harus perlahan-lahan untuk mengurangi pemakaian produk mereka, namun di samping itu kita harus berusaha untuk terus menghasilkan produk-produk yang bermanfaat yang bisa bersaing dengan produk mereka,,,
    boleh saja kita barengan nanti ke salon mbak zahra, tapi btw ini ana bicara sama ukhti siapa?
    mbak zahranya sampe besok aja kerja di salonnya karena dia mau lanjutin kuliah,,
    nanti di sana ada mbak baru lagi mungkin😉

  3. Mhhh… gitu yah …🙂
    Mudah2an anti bisa istiqomah memakai produk islami, n klo bisa jadi distributornya sekalian ukh, kn dikampus byk akhwatnya😀
    (cuma saran) ^^

    Wah semangat buat mbk zahra, smoga kulnya lanca …🙂

  4. buat mas noki :
    heh? haduh mas, itukan salon khusus muslimah. Btw, ne mas noki = mas yusuf ya???
    mas, kapan seminar “Meraup Dollar Dari Blog”??
    btw, kok aku belom dapet password buat user di embrawijaya.com???

    buat Amy :
    iya Mi, alhamdulillah, tp sekarang mb’Zahra udah gak kerja di salon itu lagi..dy mau lanjut kul. Kemaren waktu aku ke salon ngantar fotocopyan KTP-ku dy minta izin

  5. buat mas noki :
    heh? haduh mas, itukan salon khusus muslimah. Btw, ne mas noki = mas yusuf ya???
    mas, kapan seminar “Meraup Dollar Dari Blog”??
    btw, kok aku belom dapet password buat user di embrawijaya.com???

    buat Amy :
    iya Mi, alhamdulillah, tp sekarang mb’Zahra udah gak kerja di salon itu lagi..dy mau lanjut kul. Kemaren waktu aku ke salon ngantar fotocopyan KTP-ku dy minta izin ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s