Pakai E-Learning? Ya Iyalah!!!

Siapa yang tidak kenal e-learning? Sebagian besar orang awam mungkin masih asing mendengar hal ini, namun sebagian besar kalangan pelajar baik siswa maupun mahasiswa sudah tidak asing dengan istilah ini, terlebih bagi yang berkecimpung di dunia IT (Information Technology).

E-learning atau electronic learning secara bahasa berarti pembelajaran elektronik, sedangkan secara makna, e-learning berarti suatu sistem pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan sistem dan jaringan teknologi. Mengapa dikatakan jarak jauh? Karena antara si pelajar dan pengajar tidak bertemu langsung pada proses belajar-mengajar, istilahnya tidak perlu “duduk manis” untuk menerima bahan pelajaran yang akan diberikan. Lebih jauh lagi, dapat dikatakan bahwa sang pengajar menyiapkan terlebih dahulu materi yang akan diajarkan kemudian dipublikasikan ke saluran media e-learning misalnya situs internet. Sedang si pelajar mempelajari atau membaca materi itu dengan mengakses ke situs tempat dipublikasikannya materi tersebut. Satu ciri khas e-learning yaitu tak kenal dimensi ruang dan waktu. Si pelajar dapat mengakses berulang-ulang setiap saat materi e-learning yang diinginkan.

E-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar (PBM) yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dalam sejarah, sistem e-learning pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer(computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, e-learning berkembang dari tahun ke tahun. Seiring dengan perkembangan masyarakat, e-learning berbasis Web mulai dikembangkan pada tahun 1999.(Wikipedia.com)

Bila dibandingkan dengan traditional learning, banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan dengan adanya e-learning. Pembelajaran untuk suatu subjek dapat diakses di manapun dan kapanpun, hanya cukup dengan syarat ada komputer dan terhubung ke jaringan internet. Dengan e-learning, kita dapat mengikuti dan mengembangkan pola dan cara belajar kita sendiri tanpa dibatasi oleh jadwal kuliah atau ruang kelas. Inilah yang disebut dengan fleksibilitas dalam belajar. E-learning tentunya dapat pula membantu menghemat biaya pendidikan dibandingkan dengan kegiatan PBM seperti biasanya. Tidak hanya itu, keefektifan dan keefisienan dalam penggunaan waktu juga tetap terjaga. Dunia pendidikan dan teknologi semakin erat seiring dengan banyaknya penggunaan e-learning. Kelebihan lain dari e-learning yang dapat dimanfaatkan adalah e-learning kaya akan jenis aplikasi media yang ditawarkan untuk proses pembelajaran. E-learning basis Web dikembangkan dengan perpaduan multimedia, baik teks, suara, video dan berbagai format aplikasi data lainnya dengan ukuran yang kecil.

Karena optimisme yang positif akan hasil yang diberikan, e-learning menjadi suatu konsep pembelajaran berbasis IT yang mendapat banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya di Indonesia. Akan tetapi, perlu disadari bahwa proses pembelajaran secara konvensional tetap harus diadakan sebagai penguat dan pelengkap dari proses PBM secara e-learning. Tidak adanya tatap muka antara “guru” dan “murid” membuat sang murid tidak leluasa untuk bertanya kepada sang guru jika ada materi yang kurang jelas atau kurang dimengerti. Peran guru telah diambil oleh komputer atau perangkat lainnya yang menjadi saluran media e-learning tersebut, sehingga transformasi dari guru yang “hidup” ke guru yang “tak hidup” menimbulkan sisi plus minus dari e-learning. Oleh karena itu, proses e-learning yang baik adalah yang menyediakan fasilitas kontak langsung (tanpa tatap muka) antara guru dan murid sehingga bisa tetap berinteraksi layaknya sistem pembelajaran konvensional.

Dalam perkembangannya yang pesat, e-learning tumbuh dalam berbagai penerapan. Satu hal yang cukup menarik, di luar negeri telah ada e-learning yang dikhususkan untuk anak berusia 5-12 tahun dalam berbagai bidang pelajaran, seperti matematika, sains, kesehatan, life skill, bahasa inggris, dan komputer. Pembelajaran gratis via internet ini tentunya telah dibentuk sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan dengan baik dan menyenangkan untuk anak-anak seusia itu. E-learning model ini melibatkan tiga pihak, yaitu pengajar, pebisnis di bidang pendidikan, dan orang tua yang secara langsung maupun tak langsung dengan sukarela telah mengembangkan fasilitas yang sangat menarik. Inilah salah satu model e-learning yang dapat dicontoh untuk dikembangkan demi mewujudkan generasi E.

Di tingkat SD, SMP, dan SMA, sekolah-sekolah yang telah beruntung dapat mengenal dan memperkenalkan dunia IT di lingkungannya juga sudah mulai menerapkan e-learning. Namun kebanyakan, pengembangan e-learning secara langsung hanya dilakukan oleh guru yang terkait dengan mata pelajaran komputer yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) sedangkan guru yang di luar mata pelajaran itu hanya mengumpulkan materi atau bahan ajar dan yang mengimplementasikan ke dalam bentuk e-learning adalah guru TIK. Hal ini memungkinkan adanya pengembangan dalam pengimplementasian yang salah dikarenakan bukan ahlinya langsung yang turun tangan.

Lain halnya di kalangan perguruan tinggi. E-learning semakin hari semakin dikembangkan karena setiap universitas atau sekolah tinggi akan atau telah mencanangkan e-learning menjadi media terbesar untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di era globalisasi teknologi informasi ini. Learning without limits, itulah semboyan yang dicanangkan oleh salah satu universitas swasta di Indonesia. Setiap perguruan tinggi dengan bebas membuat model e-learning sendiri sesuai kebutuhan PBM masing-masing. Kebanyakan e-learning disusun dari subjek-subjek mata kuliah yang ada, dibentuknya komunitas-komunitas kecil yang membahas satu tema yang berhubungan dengan materi kuliah, serta tersedianya jadwal kuliah on-line yang berfungsi sebagai komunikasi berbasis elektronik antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran di luar jadwal perkuliahan. Setiap dosen pun dapat dengan leluasa membuat situs untuk mengembangkan bahan ajar dan ide-ide cemerlangnya secara luas. Akan tetapi, fasilitas e-learning yang terdapat pada lingkungan perguruan tinggi dominan hanya dapat diakses oleh civitas academica masing-masing karena adanya login user dengan password yang hanya bisa didapat jika kita termasuk di dalamnya.

Di kalangan umum, bermacam-macam cara e-learning dikembangkan. Berbagai bidang kehidupan seperti agama, ekonomi, sosial, politik, hiburan, hingga pendidikan layaknya kaum pelajar juga ada disediakan dalam bentuk e-learning. Namun terlepas dari semuanya, kalangan umumlah yang harus mendapat perhatian cukup untuk pengembangan e-learning. Kitapun sadar bahwa sumber daya manusia(SDM) Indonesia dalam bidang IT masih didominasi perkembangannya di kalangan pelajar yang duduk di bangku sekolah dan kuliah.

Klasifikasi e-learning pun semakin lengkap melihat dari segi pembayarannya. E-learning yang non-free atau berbayar biasanya dikembangkan oleh suatu komunitas yang menyediakan pembelajaran e-learning untuk bidang tertentu. Pembayarannya ada yang dilakukan secara berkala maupun uang muka saja yang dibayarkan melalui rekening komunitas tersebut. Untuk yang free, sekarang ini luar biasa dikembangkan dengan pesat. Satu media yang paling dikembangkan adalah pembuatan e-learning dengan menggunakan blog. Seperti kita ketahui, blog merupakan situs pribadi dari individu maupun kelompok yang dapat dikembangkan sekreatif mungkin oleh sang pemiliknya. Para pengajar maupun pelajar sudah cukup banyak yang mengembangkan e-learning melalui blog masing-masing. Pembaca yang mengakses dapat meninggalkan komentar mengenai materi yang diposting di blog tersebut. Hal ini membuat si empunya blog merasa senang bahwa materi yang mereka publikasikan berguna sehingga mereka semakin giat dan gemar mengembangkan blog dengan materi dari ilmu yang mereka kuasai. Tentunya dengan harapan semakin banyak orang yang dapat memanfaatkan blog mereka untuk belajar.

Lalu apa yang menjadi kendala untuk pengembangan e-learning di Indonesia sekarang? Ya, selain masih kurangnya pengetahuan IT bagi SDM kita, kendala lain yang utama adalah pengaksesan yang mudah terhadap e-learning di manapun dan kapanpun. Ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pendidikan tinggi di Indonesia, karena perkembangan IT yang belum sempurna dan menyeluruh di setiap perguruan tinggi di Indonesia. Lebih khusus lagi, e-learning saat ini masih banyak disampaikan dalam bentuk bahasa inggris, terutama e-learning yang membahas mengenai materi IT itu sendiri, antara lain e-learning tentang komputer beserta aspek-aspek lainnya yang masih berhubungan, seperti pemrograman, jaringan, organisasi dan arsitektur, dan sebagainya. Selain itu, beberapa studi yang telah dilakukan menemukan bahwa adanya keterbatasan infrastruktur yang tersedia sehingga menjadi kendala dalam penerapan e-learning.

Saat ini, masih ada masyarakat yang takut menggunakan teknologi dikarenakan anggapan mereka bahwa teknologi itu sulit dan tidak pantas untuk mereka. Seperti pendapat Muhammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informasi, “Jangan kesankan e-learning sebagai teknologi tinggi. Bila dikesankan teknologi tinggi, ada gap psikologi dari masyarakat bawah, ada ketakutan untuk menyentuhnya”. Hal ini disampaikan pada acara Acer E-learning Annual National Congress tahun 2007 silam.

Terus apa yang harus kita lakukan untuk memberantas ketakutan ini? Sebagai orang yang terlibat dalam dunia pendidikan dan mengerti tentang e-learning, kita harus selalu berusaha memperkenalkan bagaimanakah teknologi itu beserta kemudahan dan kepraktisannya. Kemudian, perkenalkanlah metode e-learning. Jika telah memiliki fasilitas yang cukup, hal ini dapat kita praktikkan mulai dari orang terdekat kita, mulai dari keluarga kita, sehingga nantinya kita dapat menciptakan pola hidup keluarga yang mengerti e-learning namun tidak harus hidup terlalu bergantung pada teknologi. Selain itu, kita tekankan bahwa teknologi pantas buat siapapun, terlebih e-learning, jika mau dimanfaatkan ke hal yang positif. Kita juga harus intensif membuat dan menghasilkan e-learning guna pembelajaran untuk orang lain dan diri kita sendiri. Intinya adalah pengamalan dari pengalaman ilmu.

Kendala keterbatasan infrastruktur juga harus diperhatikan. Pemerintah salah satunya, mempunyai peran serta yang besar dalam hal ini. Kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan teknologi dan e-learning khususnya sudah banyak ditunggu oleh para aktivis pendidikan (aktivis yang dimaksud adalah orang yang aktif dalam bidang pendidikan). Misalnya membantu sekolah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan sarana dan prasarana yang dapat mendukung penggunaan e-learning. Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dalam bidang IT juga harus mendukung hal ini. Bantuan baik untuk pengembangan SDM maupun SDA(sumber daya alam, misalnya komputer dan jaringan internet) harus lebih gencar dilaksanakan. Pengadaan seminar, training, workshop, maupun pelatihan mengenai materi yang mendukung e-learning, misalnya Learning Management System(LMS) berbasis aplikasi e-learning, sangat baik untuk diselenggarakan dalam mendukung pengimplementasian e-learning yang lebih jauh. Bila ini dilakukan, kita telah memanfaatkan produk teknologi dengan penekanan aspek positif dari pemanfaatan tersebut.

Ingat, tanggal 20 Mei kemarin telah diperingati sebagai Hari KebangkITan Nasional (HarkITnas) dengan memberi huruf kapital untuk huruf IT pada kata kebangkitan oleh Depkominfo. Ya, kita sadar bahwa tahun ini tepat 100 tahun kebangkitan nasional indonesia( 1908 ), selain itu juga 10 tahun reformasi( 1998 )  dan 10 windu(80 tahun) sumpah pemuda( 1928 ). Bila diperhatikan, angka 1 dan 0 ini adalah angka biner yang menjadi salah satu ciri khusus di bidang IT. Oleh karena itu, apalagi yang menjadi halangan kita dalam menyemangati peringatan ini. Solusi-solusi yang ditawarkan di atas bila dilakukan dengan baik dan intensif pasti dapat mengatasi kendala-kendala yang ada. Apalagi dunia internet yang menjadi bagian dari saluran media e-learning sedang berkembang maju dan pesat. Hal ini dapat terlihat pada pengaksesan internet sudah dapat dilakukan melalui handphone, produk teknologi yang cukup dekat dengan kita.

Satu hal yang perlu kita ingat dan kita sadari lagi bahwa kini sudah banyak aspek kehidupan yang kita bangsa Indonesia sangat tergantung dengan bangsa lain. Sebab itu, diharapkan dunia IT bisa berkembang baik di Indonesia sehingga dapat kita kembangkan sendiri dan tidak tergantung lagi pada bangsa lain. Jadikanlah e-learning sebagai metode pembelajaran yang open source (bebas namun belum tentu gratis) agar semakin mudah kita mewujudkan bersama generasi E di tanah air tercinta ini.

So, belajar pakai e-learning ?? Ya iyalah, masak ya iya donk?!

21 thoughts on “Pakai E-Learning? Ya Iyalah!!!

  1. saya masi memanfaatkan elearning informal via blog spt ini..apalg ada unduhan gratisan😀
    situs resmi pendidikan jarang update, kalopun update, isinya cuman kopi-paste dari situs berita lain..

    sbg mahasiswa, saya pribadi berharap lbh banyak para dosen yg berbagi ilmu via blog🙂

  2. terima kasih atas comment-nya..

    saya pun sebagai mahasiswa sangat mendukung pembuatan e-learning melalui blog, karena praktis dan efisien

  3. waaahhh keren Pit, makin mantab aja nih buat tulisan.
    yupzz, e-learning memang sudah mulai digalakkan dikalangan mahasiswa, sebagian dosen sudah mengaplikasikan e-learning ini.. salah satu cara dengan fasilitas blog (mengumpulkan tugas dengan proses postingan via blog, atau website online class yg sejenis (example: http://www.nicenet.org) dengan cara itu mahasiswa juga belajar untuk lebih maju lagi *terutama dalam pengembangan IT*
    yaah, meski tidak dipungkiri bahwa penggunaan sistem pembelajaran sejenis ini punya dampak negatif tanpa mengurangi dampak positifnya.
    Dari sisi positif: mahasiswa/siswa bisa lebih maju lagi dalam IT, tapiii itu tadi ada negatifnya juga coz kadang kala, ada mahasiswa yg hanya membuat tugasnya trus nitip ke temannya (dalam hal ini si mahasiswa hanya ingin mendapatkan nilai semata coz dah kerja tugas tsb, tp bukan dy sendiri yg langsung mem-publish hasil kerjanya itu)

    but, overall… penggunaan e-Learning tuk saat ini bisa dibilang baguslah, so that’s way we as students must support it!

    jadiii… intinya, belajar pakai e-Learning, ya iyalaahh masa iya donk *yaa kan Pit?? :)*

    upss maafff ya Pit, komennya kepanjangan…. and kyknya jadi pengen ikutan kompetisi ini juga niih *saling mendukung yaa Pit😉

  4. to : Diah : OK, pastinya pipit akan membantu semuanya yg mau mendukung pembelajaran e-learning n tentunya yang mau mendukung pipit ikut lomba ini, hehehe😀

    to : Hendra : Ya Iyalah!!!!?

  5. aQ bukan tipe orang yang suka muji tulisan orang laen klu tulisan itu kayak kerupuk, cuma renyah sebentar tapi melempem kemudian…

    emang sih e-learning baik dan sangat efektif dalam proses belajar-mengajar. tapi untuk dua tahun ke depan e-learning saya e-learning belum akan menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan oleh keseluruhan orang indonesia. permasalahannya???
    1. akses internet untuk kawasan indonesia timur dan daerah lain di luar jawa masih sangat mahal dan lemot…
    2. pengetahuan orang mengenai pemanfaatan TI masih belum secanggih orang di AMRIK sana…
    3. IT saat ini khususnya diluar jawa masih merupakan pelajaran yang dianggap tidak penting dibandingkat MIPA dan mata pelajaran UN lainnya padahal nasib bangsa berada di tangan IT bukan hanya MIPA
    4. operatos penyedia layanan internet di luar jawa masih minim, mahal dan koneksinya gak stabil

    tapi di balik itu semua e-learning emang sangat diperlukan dan sangat penting bagi kelangsungan hidup IT di indonesia. jangan hanya terkenal sebagai “VIRUS MARKER NO 1” aja indonesia juga harus memajukan IT di bidang pendidikan.

    saya salut karena hanya sedikit orang indonesia yang mau membahas e-learning.
    terus berkarya ya dengan tulisan-tulisan lainnya

  6. thankz for Wayan atas commentnya..

    intinya itulah yang ingin saya tekankan..
    di Indonesia masalah akses komputer sama sekali belum menyeluruh. Hal ini sangat terasa ketika saya belum hijrah ke Malang. Di Kendari, kota asal saya, malah belum mengenal akses WiFi..Klo pun ada, itu masih minim sekali…inilah salah satu permasalah besar di dunia TI Indonesia..Kita harus cepat mencari solusinya bersama

  7. Yuppzzz….nesta jg se8..eh slh mksudX stujuuu with E-learning…cozna biar plajar2 g boring klo haX dpet materi dr papan tulis ato buku2 pket…
    yg pastiX situs2 e-learningX jg msti dbuat keren n tu tugas smw unsur pendidikan g tkecuali kt2 ne////

    key,,,,

    FORZA LAZIO

  8. comment back:
    buat mas Noki :
    iya, ne aku juga semakin hari semakin mempelajari internet
    thx atas commentnya..

    buat adinu :
    OK, insya ALLAH blogku ini akan selalu berkembang
    kan niatnya emank untuk E-Learning🙂

    buat nesta:
    duh, rindu bgt neh..
    thx bgd ya udah di comment
    sip..Go E-Learning

    buat Pace :
    Ya iyalah..masa ya iya donk?!😉

  9. So, belajar pakai e-learning ?? Ya iyalah, masak ya iya donk?!
    Mulan aja jamilah…
    ^_^

    panjang banget pit…
    kamu ko’ napsu amat ma kompetisi blog???
    tapi dah bagus ko’, daripada punyaku… :((

  10. key….
    e-learning…emang suatu pilihan tuk belah=jar yang wajib kita kembangkan.
    moga dengan berawal dengan postingan di blog ini…
    kita semua bisa mengawali penerapan e-learning…
    semangat ya ukhti….
    semoga metode e-learning segera bisa diterapkan di universitas brawijaya…
    khususnya di prodi ilmu komputer…

  11. MANTAP !!!

    Ini merupakan pembelajaran baru, sayangnya seperti kata teman2 blm semua daerah bisa merasakan, karna faktor internet n sebagainya, mudah2an kedepannya makin baik.

  12. huhuhu…setuju banget pit m tulisanmu tuh…cz banyak banget keuntungan yg qt dapet kalo qt pake E Learning..

    cuman..kebanyakahn orang masih nganggep kalo E Learning tuh hubungannya cuma sama komputer+internet..padahal nyatanya semua media elektronik bisa diguinain untuk E Learning…

    padahal E Learning bisa kita lakuin lewat TV loh…
    cz pengertian E Learning sendiri khan pembelajaran memalui media elektronik…

    tul ga’???

    hehehehehehe

    semangat jah deh!!!!
    hehehehehe

  13. Setuju, dengan tulisan yang kamu buat ini berrarti telah ikut membuka wawasan ilmu pengetahuan tentang e-learning.

    dan itu akan menjadi lebih mengenalkan kepada masyarakat luas untuk lebih menegenal e-learning.

    Bravoo indonesia- Merdeka.!!

  14. comment back :
    galang : thx atas commentnya, iyalah Lang, setiap apa yang kita lakukan harus diniatkan dengan baik kan?!

    betha : HAMASAH juga buat kamu ukhty😉

    ukhti ss : iya ukht, termasuk daerah asalQ KENDARI

    Lidya : iya Ied…padahalkan gak cuma pake internet ya tu e-learningnya..tp memang dominan iya

    Bhima : MERDEKA!!!

    benykla : sms itu bisa aja, tapi tergantung apa yang dismskan, bisa jadi bahan pembelajaran ato gak?!

    san : sipz!! pemerintah harus ambil aktif juga di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s