Mother, How Are You Today ?

Ya, ini posting tambahanku setelah menyelesaikan the amazing karya tentang E-Learning yang baru saja selesai saya buat tadi. Just Information, ini postingan pertama saya tentang keluarga.

Singkat cerita, kemarin sore ketika mau pulang ke Gasek, rumah te Es, my love house in Malang, seperti biasa saya menunggu mikrolet TSG di pojok depan jalan Kerto Pamuji. Seperti biasanya pula, saya menunggu dengan lama, maklum mikrolet jenis ini terkenal dengan lamanya. Makanya arek-arek sering memberikan kepanjangan “Tunggu Sampai Gendeng”. Hehehe,,,lucu juga ya kepanjangannya,,maaf ya bagi supir-supir TSG.

Lha, judulnya nyambung dimana bos?

Sabar, ini dia…

Sembari menunggu, saya melihat depan sebrang jalan sana seorang ibu berpakaian dinas PNS(Pegawai Negeri Sipil) yang warna coklat. Sudah diduga bahwa ibu tersebut baru saja pulang kerja dari kantornya. Kontan saya langsung teringat dengan sang bunda tercinta di rumah…Hiks, kalau saja di jalan ini tidak ramai, pasti sudah dari tadi air mataku jatuh saking rindunya diriku pada bunda yang sudah setahun sebulan tidak bertemu.

Kulihat ibu itu lagi… Begitu jelasnya terlihat di raut wajahnya rasa capek yang sangat dan itupun mengingatkan saya pula ketika bunda pulang kerja jam segini. Memang, bunda di waktu-waktu tertentu sering lembur hingga sore. Bunda bekerja sebagai PNS di Kantor Gubernur Sultra (Sulawesi Tenggara) tingkat I Biro Keuangan. Bunda adalah seorang Sarjana Ekonomi.

Tahukah apa yang paling saya suka kalau bunda pulang dari lemburnya? Pasti bunda membawakan “nasi dos” yang dibagikan dari kantornya. Sebenarnya itu adalah bekal makan siang bunda di kantor, tapi karena bunda tidak pernah lupa dan selalu mendahulukan anak-anaknya untuk urusan makanan, bunda selalu meminta jatah lebih, maksudnya 2 dos, untuk bunda bisa bawa pulang di rumah. Nah, kalau begini kan seharusnya bunda hanya membawa pulang 1 dos saja, tapi ini tidak. Bunda pasti membawa pulang keduanya. Bekal yang satunya hanya dimakan seperempatnya saja dan itu menurut saya tidak sepadan dengan tenaga yang bunda keluarkan untuk lembur, bahkan sering kali keduanya masih utuh.

Tapi, maklumlah anak-anak, saya dan kedua adik, Bintang dan Tata(dulu berempat bareng mbak Put sebelum dia kuliah dan ke Malang duluan) pasti menghabiskan isi makanan dari kedua dos tersebut. Tentunya makan bareng. Bunda pun jika dia masih lapar, bunda ikut makan bareng kita dengan menambahkan nasi yang telah dimasak bunda tadi pagi…

Bunda, gimanakah kabar bunda sekarang? Bagaimana kabar iman bunda? Semoga selalu tetap dalam lindungan-Nya…

Ya Allah, sudah Engkau saksikan bahwa begitu mulianya bundaku tersayang ini, satu-satunya Murabbi sejati dalam hidupku, yang tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisi dan kedudukannya di hati anak-anaknya….Ya Allah, hamba hanya bisa berdo’a, semoga bunda lekas diberikan jalan pikiran untuk mau menutup auratnya secara sempurna layaknya seorang muslimah seutuhnya sebelum Engkau memanggilnya… Sesungguhnya Engkau tahu bagaimana perjuangannya sebagai “single fighter” dalam mendidikku dan ketiga saudaraku… Limpahkanlah hidayah-Mu untuknya ya Allah…

Ya Allah, dengarkanlah do’a hamba-Mu ini…

Pembaca yang budiman, Pipit harap anda juga mendo’akan ya…

Terima kasih saudaraku….

========== 19 Juni 2008, fwhaaaaaa…belom belajar Matematika lanjutan nih buat UAS…Haduh Pit, Ingat!!! Manajemen WAKTU!!!==========

One thought on “Mother, How Are You Today ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s