Ikhlas

1. Makna Ikhlas

è ”Mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah secara ikhlas dan menjalankan agama secara lurus(hanif).”(QS. Al Bayyinah : 5)

è ”Sembahlah Allah secara ikhlas dan jalankanlah agama-Nya.”(QS. Al Zumar : 2)

è Ikhlas adalah membersihkan ucapan dan perbuatan dari nafsu amarah.

è Nilai keabsahan ibadah seseorang dipengaruhi oleh tiga syarat, yaitu :

  1. Iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para Rasul-Nya, hari akhir, takdir baik dan buruk
  2. Ikhlas semata-mata karena Allah
  3. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menghindari bid’ah

è Pengertian lain tentang ikhlas, yaitu :

@ Melakukan perbuatan hanya dengan satu tujuan yakni mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla dan meninggalkan perbuatan karena Allah juga

@ Melupakan dan meninggalkan pujian dan pandangan manusia, serta senantiasa melihat kepada Pencipta

2. Keutamaan Ikhlas

è Ikhlas yang terbesar dan paling berat adalah mengesakan Allah

Nabi SAW bersabda : ”Tidaklah seorang hamba mengatakan ’La ilaha illa Allah’ secara ikhlas kecuali pintu-pintu langit akan terbuka sehingga mencapai Arsy, selama ia meninggalkan dosa-dosa besar.”

è Ikhlas ketika niat

Nabi SAW bersabda : ”Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat. Setiap manusia akan memperoleh apa yang diniatkannya.”(Muttafaq alaih)

è Ikhlas dalam bertaubat

Nabi SAW bersabda : ”Barangsiapa bertaubat kepada Allah sebelum sakaratul menjemputnya, Allah akan menerima taubatnya.”(Shahih Al-Jami’ no.6132)

è Ikhlas yang paling utama adalah ikhlas berjihad di jalan Allah, mencari mati syahid, dan bergabung dengan barisan tentara Islam membela agama.

Nabi SAW bersabda : ”Barangsiapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji Islam , maka ia berada di jalan Allah.”(Bukhari-Muslim)

3. Contoh Perbuatan Ikhlas

è Ikhlas dalam shalat

è Ikhlas dalam berwudhu’

è Ikhlas dalam menunaikan shalat dan menunggu berjama’ah di dalam masjid

è Ikhlas dalam bersujud

è Ikhlas menjalani puasa dalam bulan Ramadhan

è Ikhlas menirukan suara muadzin

è Ikhlas memberikan zakat dan sedekah

è Ikhlas dalam menunaikan haji

è Ikhlas mengantarkan jenazah orang muslim

è Ikhlas bertawakkal kepada Allah

è Ikhlas dalam kejujuran dan bersabar

è Ikhlas dalam beristighfar

è Ikhlas menjalin cinta dan persaudaraan

è Ikhlas berbakti kepada orang tua dan memberikan hak seseorang

è Ikhlas dalam berdoa dan memberikan makan

è Ikhlas merupakan rahasia antara hamba dan Tuhannya. Kalau malaikat mengetahuinya, tentu ia akan mencatatnya. Kalau setan memahaminya, ia akan menyia-nyiakannya. Dan hawa nafsu akan berusaha untuk merusakkanya.

è Ikhlas adalah kekuatan dari suatu ketulusan yang dapat mewujudkan apapun yang kita inginkan. Dengan ikhlas, bukan hanya kekayaan materi yang akan kita miliki, namun juga kekayaan hati dan jiwa. Dengan ikhlas, kita mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya sebagai manusia

è Banyak orang terlena, terpedaya oleh gemerlap harta benda, ketenaran, popularitas, keturunan, dan berbagai macam hasrat duniawi. Dalam pikiran mereka telah terasumsi bahwa kebahagiaan terdapat didalamnya. Mereka melupakan kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang diharapkan semata-mata ikhlas karena Allah. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk menjadikan ikhlas sebagai harta kekayaan dalam hidup mereka.

èKebahagiaan sejati manusia terletak pada keikhlasan mereka menerima ujian Allah. Ikhlas menghantarkan hati memperoleh ketenangan dan kehidupan dengan penuh kegembiraan.

è Konsep ikhlas sangat penting untuk manusia agar tidak terperangkap dalam bahaya riya’.

è Jika dorongan berbuat sesuatu adalah ibadah yang tulus, ikhlas, dan hanya mengharapkan ridho Allah dan menjadikannya sarana dalam melaksanakan hak-hak Allah agar lebih dekat kepada-Nya, maka perbuatan itu dinilai baik dan pasti diterima

è ”Dia yang menjadikan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian siapakah yang terbaik amal perbuatannya.”(QS. Al-Mulk: 2) . Yang dimaksud amal perbuatan tersebut adalah perbuatan yang dikerjakan bukan karena Allah dan tidak berdasarkan sunnah Rasul

è ”Siapakah yang lebih baik agamanya dibandingkan orang yang ikhlas, menyerahkan dirinya kepada Allah dan berbuat baik(muhsin)?”(QS.An Nisa:125)

Memasrahkan diri berarti menyerahkan tuujuan dan perbuatan hanya karena Allah.

SUDAHKAH

Sudahkah niat kita demi ikhlas kepada-Nya?

Sudahkah setiap langkah yang kita jalani ikhlas ditujukan kepada-Nya?

Sudahkah setiap doa yang kita panjatkan ikhlas ditujukan

kepada-Nya?

Sudahkah setiap sujud yang kita lakukan ikhlas ditujukan

kepada-Nya?

Sudahkah setiap istighfar yang kita ucapkan ikhlas ditujukan kepada-Nya?

Sudahkah setiap air mata yang kita linangkan ikhlas ditujukan kepada-Nya?

Sudahkah semua amal dan setiap perbuatan yang kita laksanakan ikhlas hanya ditujukan kepada-Nya?

Sudahkah kita ikhlas selama ini?

Renungkanlah wahai diri-diri yang naif ini…

One thought on “Ikhlas

  1. wah…. luar biasa yah…

    ternyata temanku yang satu ini punya bakat nulis juga pale….
    slamat yah….

    smoga sukses buat kamu…

    postingnya kren kren bangat….

    posting yang rajin plenk…
    smangat,,,
    he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s