Estafet Dakwah

Ya, judul itulah yang bisa saya berikan untuk kegiatan yang baru saja selesai maghrib tadi. Dua hari muktamar berturut-turut hingga maghrib yang diselingi dengan tutorial agama akhirnya telah membuahkan hasil yang telah ditunggu-tunggu.

Hari pertama yang tidak saya ikuti sepenuhnya, pada intinya membahas tentang garis-garis besar AD dan ART beserta struktur organisasi. Hari itu hanya berakhir hingga pukul 17.00 tepat sesuai dengan kontrak Aula. Setelah itu, saya bersama 4 orang ukhti shalat di Musholla Nurul Ilmi(MNI) lalu pergi menuju IBF(Islamic Book Fair). Karena sulitnya angkot dan lamanya kita melihat buku-buku yang menarik, tiba di kost sekitar jam 9. Huwfh,,capek sekali.

Hari kedua, Alhamdulillah bisa mengikuti muktamar 90% karena saya telat 30 menit, maklum hari Ahad adalah ”Hari Mencuci Sedunia”. Muktamar diawali dengan pembacaan LPJ(Laporan Pertanggungjawaban) dari masing-masing pengurus(Ketum, Sekum, Bendum, Biro Kaderisasi, Dept. Dakwah, Dept. Humas, Dept. Sosek, Dept. Keputrian). Tapi dikarenakan ada tutorial, saya hanya mengikuti LPJ Dakwah, Humas, dan Sosek, serta sedikit Keputrian. Cukup sedih karena saya tidak bisa menyaksikan langsung LPJ BK tercinta.

Setelah tutorial, saya sholat dzuhur kemudian langsung ke sana. Setelah istirahat(makan siang), muktamar dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan mengenai LPJ yang ada. Ketika ada skorsing tambahan waktu untuk tanya jawab, saya pun menyakan untuk Dept. Dakwah, batasan aktif tidaknya seorang kader itu seperti apa, karena yang tertulis di LPJ, ada seorang akhwat yang saya rasa tidak aktif namun tertulis termasuk anggota yang aktif. Kadep Dakwah menjawab dengan jawaban, ”Afwan, salah ketik”. Hmmm… jawaban yang sangat bijaksana… Tanya jawab pun semakin melebar dan tibalah waktu Ashar. Agenda sebelum Ashar, adalah para peserta memutuskan apakah LPJ yang ada diterima atau ditolak. Hasil dari musyawarah yang didapat bahwa pada intinya diterima namun dengan syarat, LPJ harus direvisi kekurangan-kekurangannya. Baik secara tekstual maupun kontekstual. Selain itu, penjelasan tentang LPJ Seminar Bisnis karena masih termasuk Up Grading dari Dept. Humas.

Ba’da Ashar, dilanjutkan dengan pemberitahuan syarat penerimaan LPJ kemudian beralih ke agenda selanjutnya tentang pemilihan DPF dan Formatur. Cukup lama waktu bermain di sini, hingga akhirnya beberapa menit sebelum Maghrib, tim Formatur telah memutuskan satu nama yang akan menjadi Ketua Umum periode 2008/2009 dan dia adalah Akh Edi Purnama dari Fisika 2006. Sedikit kaget namun sudah ada firasat sebelumnya kalau dia yang akan terpilih walaupun harapan saya bukanlah dia.

Muktamar dihentikan sejenak sembari menunggu adzan Maghrib. Setelah itu, pelantikan pun dilaksanakan. Presidium membaca keputusan, lalu mempersilakan Ketua Lama dan Ketua Baru yang telah terpilih untuk melakukan serah terima amanah. Dengan keadaan yang terharu, Akh Sahid mengatakan yang pada intinya, ”Tidak mungkin saya menjadi ketua umum selamanya, tongkat  estafet dakwah ini sudah waktunya berpindah tangan, dan saya akan menyerahkan amanah ini kepada Saudara Edi Purnama, ALLAHU AKBAR!!!”

Akh Edy pun menerima dan diakhiri dengan ”pelukan perjuangan” yang ”hangat” dari Akh Sahid. Ketua Baru pun memberikan kata sambutan atas pemberian amanah ini kepadanya. Presidium lalu menutup Muktamar dan diakhiri takbir dengan semangat yang kuat.

”Ucapan selamat untukmu, wahai Ketua Lama, antum telah sukses memimpin organisasi dakwah ini dengan segala kekurangan dan kelebihan antum. Sesungguhnya ana menitikkan air mata ketika serah terima amanah tadi sebagai rasa hormat ana kepada antum yang telah menjadi sosok pemimpin ”Excellent” di mata ana. Cukup kagum, dengan seabrek amanah yang antum terima, antum bisa memprioritaskan mana yang lebih utama pada situasi dan kondisi tertentu. Semoga pergantian ini, tidak mengecilkan kobaran semangat antum, tetapi hanya melebarkan sayap antum di jalan dakwah yang indah ini. Semoga amanah DPF yang antum terima, bisa menjadi salah satu sarananya.”

”Ucapan selamat juga teruntukmu, wahai Ketua Baru, antum telah terpilih, yang pastinya dengan segala pertimbangan kuat, antum diberi tongkat estafet ini. ”Pelukan perjuangan hangat” dari Ketua Lama tadi semoga bisa memperkuat niat antum menerima amanah ini serta membuat antum sadar bahwa insya ALLAH, antum tidak sendiri, ada kami yang selalu berusaha untuk bersama-sama berjalan membawa estafet dakwah ini. Hamasah ya akhi, semoga amanah ini tidak mempersulitmu dalam menjalankan amanah dari orang tua antum, namun menjadi penyemangat antum di medan dakwah dan kuliah ini!!!”

QS. 4:34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)….

Salam Ghirah, Hamasah, Himmah

Teruntuk semua saudaraku di FORKALAM

ALLAHU AKBAR!!!

======Kamar tercinta, 1 Juni 2008, 09:56 PM, menyempatkan membuat posting sebelum tidur, capek..Senin, I Miss U but I Hate U ^_^ =====

2 thoughts on “Estafet Dakwah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s